Permasalahan Seputar USB
USB dan kaitannya sering bikin kita pusing juga, berikut ini rangkungan berbagai permasalahan yang sering dihadapi dengan USB dan sekitarnya. Rangkuman ini saya ambil dari berbagai media, permasalahan, komentar-komentar dan lain sebagainya.
Permasalahan yang sering dihadapai antara lain:
Bagaimana cara mengetahui apakah saya memiliki PC USB 2.0?
Untuk masalah ini telah saya bahas pada tulisan terdahulu, Cuma saya akan ulangi sedikit untuk mengetahui kecepatan USB kita. Anda dapat mengetahui apakah PC Anda telah Hi-Speed tidaklah sukar. Buka Device Manager dan pilih bagian Universal Serial Bus. Kalau ada komponen “Enhanced” USB host controller berate computer anda memiliki USB 2.0.
Khusus jika anda menggunakan windows 98 ke bawah mungkin namanya berbeda, karena untuk system ini tak tersedia driver untuk USB 2.0. Untuk mengaktifkan USB 2.0 di windows 98 anda harus menginstal driver dari bawaan produsen pembuatnya.
Saat ini terdapat produsen yang umum pembuat USB ini adalah:
- ALi (Acer Labs)
- Intel
- NEC
- SiS
- VIA
- nVidia
USB terdeteksi sebagai “unknown device” pada Device Manager?
Sering kita hadapi masalah UNKNOWN DEVICE saat kita menancapkan flasdisk atau media lainnya pada PC kita. Dari berbagai problem kemungkinan masalah tersebut bias disebabkan salah satu problem di bawah ini, namun juga bias dari factor lain yang belom dikenali.
- Peralatan USB yang di tancapkan kemungkinan membutuhkan sumber daya/catu daya dari luar, cek apakah catu daya dari luar sudah ada, missal adaptor/betray/sumberdaya yang di mabil dari port USB yang lainnya.
- Kalu kejadian ini terjadi pertama kalu (atau pada PC baru) boleh jadi karena proses perakitan yang sasalah pada koneski kabel port USB. Pada umumnya kabel yang menghubungkan port USB dengan board Mobo ada 4 bauah (warnanya biasanya merah, putih, hijau dan hitam) kalau sampai salah pasang maka semua peralatan yang tertanjap di port USB tak bekerja, malah bias menyebabkan kerusakan pada peralatan USB anda.
- Cacat Komponen, jangan harap bahwa semua barang yang kita beli dalam keadaan bagus walaupn barang baru. Kadang kita membeli memang bias terjadi sudah dari bawaannya ada yang cacat. Mungkin kebetulan yang cacat tersebut adalah hanya Port USB 2.0 saja. Kalu barang anda baru dan proses instalasi dan betul masih saja mengalami kendala ini, kita boleh curiga kondisi seperti ini.
- Semua driver belum terinstal dengan sempurna, walau proses instalai driver sudah berhasil dengan sempurna, dan Port USB sudah terdeteksi dengan baik, namun kadang kala ada perangkat USB pada saat pertama kali dihubungkan ke computer memerlukan proses instalasi driver yang berhubungan dengan port USB itu sendiri. Kadang kala saat instalasi masih meminta file sumber driver USB yang berada di master windows XP, dalam hal ini biasanya di CD Windows XP yg digunakan untuk install. Jadi selalu sediakan CD windows nya bila sewaktu2 diminta saat instalasi sebuah perangkat USB
Seberapa cepatkah USB 2.0?
USB 2.0 bisa memiliki kecepatan data sampai 480 Mbps, sekitar 40 kali lebih cepat dari pendahulunya yakni USB 1.1 yang hanya mampi sampai 12 Mbps saja. Awalnya USB 2.0 hanya meiliki kecepatan sekitar 240 Mbps.
Bisakah peralatan USB 2.0 terhubung dengan port USB 1.1 dan sebaliknya?
Pada prinsipnya bias, Cuma kecepatannya akan mengikuti kecepatan yang terlambat dari kedua belah pihak.
Baguskah menggunakan hub USB?
Bisa saja kita menggunakan hub USB namun kita harus memperhatikan betul fungsi dan efek dari penggunaan hub USB tersebut
.
- Hub yang memiliki power sendiri lebih baik dari pada hub tak berpower sendiri.
- Hub tak 100% memiliki kemampuan dan flesksibilitas seperti port USB aslinya yang ada di PC
- Walapun kita bias memasang secara beruritan 4 hub namun sebaiknya kalau bias hindarilah pemakain hub
- Banyak perangkat USB yang tidak berfungsi bila kita menggunakan HUB seperti Kamera, scanner dan terutama USB drive exsternal.
USB 2.0 akan mengganti USB 1.1?
Tidak sepenuhnya, karena banyak produk generik seperti keyboard, mouse, joysticks dan audio speaker tidak memerlukan kecepatan yang lebih cepat dari teknologi baru USB 2.0. Teknologi baru dari USB 2.0 cocoknya untuk peralatan-peralatan yang memerlukan transfer data dengan kecepatan tinggi.
Bagai mana membedakan antara USB 2.0 dan USB 1.1?
Untuk memebdakan biasanya produsen memasang logo pada komponen yang bersangkitan. Untuk USB 2.0 biasanya logonya ada tulisan “Hi Speed” pada logonya
.
Berapa panjang maksimal kabel untuk USB 2.0?
Maksimal kita bias menggunakan kabel sepanjang 5 meter, namun jika kita menghubungkan 5 buah hub secara bertingkat dengan kabel 5 meter-an, kita bias mendapatkan panjang sampai 30 meteran.
10 Langkah Instalasi Windows XP dengan USB
Jakarta – Pembaca, saat ini, keberadaan laptop mungil tengah menawan hati sebagian besar pengguna komputer jinjing. Bagaimana tidak? Walaupun terkadang spesifikasi sebuah subnotebook tidak semumpuni notebook-notebook berukuran lebih besar, ukurannya yang mini dan kemampuannya yang dapat mengakomodasi kebutuhan berkomputer sehari-hari menjadikan subnotebook sebagai salah satu gadget yang sangat diminati, disamping harganya yang lebih terjangkau, tentu saja.
Nah, salah satu usaha produsen subnotebook untuk “merampingkan” produknya adalah dengan meniadakan perangkat optical drive, seperti CD-ROM/RW atau DVD-ROM/RW. Komponen yang digunakan untuk mengakses keping CD atau DVD ini memang cukup menyita ruang dan sumber daya.
Sebagai konsekuensinya, pemilik subnotebook tak dapat mengakses CD atau DVD di subnotebook-nya, atau terpaksa membeli external optical drive yang tetap dijalankan via port USB yang tersedia.
Salah satu masalah yang timbul akibat ketidaktersediaan optical drive pada subnotebook adalah kesulitan saat hendak melakukan instalasi aplikasi ataupun sistem operasi. Tak jarang pengguna harus menyalin aplikasi atau sistem operasi yang hendak di-install ke dalam USB flash disk, atau mencolok external optical drive dan melakukan instalasi seperti biasa. Namun, tentu saja hal ini sangat merepotkan, mengingat tak banyak pengguna awam yang mengetahui prosedur instalasi aplikasi atau sistem operasi via flash disk, dan harga sebuah external optical drive yang tidak murah.
Contoh kasus, andaikan kita hendak mengganti sistem operasi Xandros Linux yang terpasang di subnotebook Asus Eee PC dengan Windows XP, maka kita harus menginstal via external optical drive. Mungkin tak terlalu memusingkan bagi Anda yang punya cukup dana untuk membeli sebuah external optical drive, namun bagaimana dengan Anda yang sejak awal ingin berhemat dengan membeli subnotebook?
Nah, lewat artikel ini penulis ingin berbagi tips membuat modul instalasi Windows XP menggunakan media USB flash disk, yang tentunya akan menghemat biaya dan menjadikan pembaca lebih pintar. Modul instalasi ini tak hanya dapat diimplementasikan dalam instalasi ke subnotebook saja, tapi juga dapat diaplikasikan pada komputer mana pun yang sudah memiliki fitur untuk booting via USB.
“Gampang! Tinggal salin file instalasi Windows XP ke flash disk!” Mungkin itu yang terlintas di benak Anda, tapi percayalah bahwa membuat modul instalasi Windows XP tidak semudah itu. Namun jangan khawatir, karena dengan mengikuti langkah-langkah berikut, proses pembuatan modul instalasi Windows XP pun tak terlalu sulit dilakukan.
Yang Harus Disiapkan:
1. Sebuah komputer yang dilengkapi optical drive (CD atau DVD) dan port USB yang dapat bekerja dengan baik.
2. Sebuah USB flash disk berkapasitas 1 atau 2 GB.
3. CD instalasi Windows XP.
4. Aplikasi pembuat modul instalasi (USB_PREP8 dan PEtoUSB) yang dapat diunduh cuma-cuma melalui link http://www.sendspace.com/file/7n781n
5. Do’a dan keberanian!
Langkah-langkah Pembuatan:
1. Tancapkan USB flash disk ke salah satu port USB. Ingat-ingat posisi drive-nya. Apakah F:, G:, H:, dan sebagainya.
2. Saat Anda berada di posisi normal (desktop), masukkan CD instalasi Windows XP ke optical drive. Jika komputer menjalankan proses instalasi secara otomatis, batalkan saja dan tutup semua aplikasi yang tengah berjalan.
3. Unduh dan ekstrak aplikasi yang penulis berikan. Saran penulis, ekstrak seluruh isinya ke sebuah folder, semisal C:\USB.
4. Selanjutnya, buka folder di mana Anda mengekstrak aplikasi modul pembuat instalasi, kali ini kita ambil contoh C:\USB.
5. Jalankan file bernama “usb_prep8.bat” maka di layar monitor akan tampak jendela Command Prompt berisi macam-macam perintah. Jika sudah muncul tulisan “Press any key to continue,” tekan sembarang tombol untuk konfirmasi.
6. Di layar akan muncul jendela PEtoUSB yang meminta Anda memformat USB flash disk Anda. Tak perlu mengubah setting apa pun, langsung klik Start untuk mulai proses format. Jawab konfirmasi sesuai kebutuhan Anda.
7. Jika sudah selesai, tutup jendela PEtoUSB (jangan menutup jendela Command Prompt yang tadi terbuka ketika Anda menjalankan usb_prep8.bat), maka di layar akan muncul opsi-opsi dari 0 hingga 5.
8. Gunakan opsi 1 untuk memilih sumber file instalasi yang nantinya akan disalin ke flash disk. Disini, tentukan di drive mana Anda menyimpan instalasi Windows XP. Pilih saja optical drive di mana sudah ada CD Windows XP di dalamnya, atau pilih folder pilihan Anda jika Anda telah menyalin file instalasi Windows XP ke folder tertentu.
9. Pilih opsi 3 untuk menentukan di mana Anda mencolok flash disk. Kalau flash disk Anda berada di drive F:, maka ketik F dan tekan ENTER. Jika drive G: maka ketik G dan tekan ENTER, begitu seterusnya berlaku untuk drive lain.
10. Selanjutnya pilih opsi 4 untuk mulai proses pembuatan modul instalasi yang nantinya akan disalin ke flash disk secara otomatis. Jawab apa pun konfirmasi yang muncul dengan Y atau YES atau OK atau bentuk persetujuan lain.
Selesai! Kini flash disk Anda telah siap digunakan untuk instalasi Windows XP! Silahkan melakukan setting pada BIOS subnotebook Anda, dan pilih Removeable Disk (atau apa pun nama lainnya) sebagai media pertama yang dijalankan saat booting.
Mengingat teknik instalasi semacam ini juga tersedia di internet, Anda juga bisa mencarinya via mesin cari. Selamat mencoba…!














