Info Berita Rekan

OcehanBocahDiTengahRimbaNyaDunia

Twitter, Facebook Berpotensi Rugikan Ekonomi Negara

LONDON – Langkah sejumlah perusahaan atau instansi pemerintah melarang karyawannya untuk mengakses Facebook atau Twitter selama jam kerja, dinilai sebagian pengamat sebagai langkah wajar. Popularitas Facebook dan Twitter yang kian meningkat dianggap sangat berpotensi untuk merugikan perekonomian negara.

Apa hubungan antara Facebook dan perekonomian negara? Baru-baru ini di Inggris, sebuah konsultan IT, Morse mengungkapkan Facebook dan Twitter dinilai menurunkan produktivitas karyawan. Akibatnya ekonomi Inggris diperkirakan merugi sekira 1,38 miliar poundsterling per tahun.

Sebanyak 50 persen dari sekira 1460 pekerja yang disurvei mengaku selalu mengakses Twitter dan Facebook selama hari kerja. Tiap-tiap pekerja juga mengaku menghabiskan waktu sekira 40 menit per pekan. Artinya waktu 40 menit selama  sepekan dianggap terbuang percuma.

Survei juga mengungkapkan, sepertiga dari seluruh responden itu seringkali memposting informasi sensitif perusahaan di situs jejaring sosial.

“Ketika seseorang ditanya berapa lama mengakses situs jejaring sosial, mereka menjawab sekira 40 menit per minggu. Namun ketika ditanya tentang aktivitas teman mereka di jejaring sosial, mereka menjawab teman mereka mampu mengakses satu jam per hari. Sebab itu hitung-hitungan kami menggunakan nilai terendah dan bukan poin tertinggi yakni satu jam sehari,” kata seorang konsultan Morse, Philip Wicks seperti dilansir Bignewsnetwork, Selasa (27/10/2009)

28 October 2009 Posted by | Komputer, Lintas Informasi | , , , , , | Leave a comment

Twitter Made in Indonesia

TEMPO Interaktif, Jakarta – Setahun belakangan ini cukup banyak situs jejaring sosial lokal yang bermunculan. Salah satu penyebabnya apa lagi kalau bukan munculnya situs jejaring sosial impor, seperti Facebook, yang kemudian mewabah di Tanah Air.

Nah, belum sebulan ini, muncul lagi sebuah situs jejaring sosial buatan anak negeri. Namanya, FunPage (http://funpage.web.id). Situs ini memang tak seperti Facebook, yang penggunanya sudah mencapai 8,5 juta orang di Indonesia.

Merupakan gabungan Twitter dengan Plurk, jejaring sosial ini cukup marak di Indonesia. Karena itu, seperti Twitter, di FunPage mengenal konsep “follower” atau ikut teman.
Situs yang diluncurkan pada Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-64, 17 Agustus lalu, ini adalah layanan microblogging yang menyediakan sebuah halaman pribadi bagi penggunanya. Di halaman inilah pengguna bebas mengungkapkan apa saja.

“Mulai dari memberi pendapat, rekomendasi, unek-unek, atau inovasi,” kata Fajareza, pendiri dan pengelola FunPage, kepada iTempo, Kamis lalu. Seperti jejaring sosial lain, di FunPage, pengguna bisa mencari teman atau cuma sekadar mencari inspirasi.

Meski FunPage mengikuti konsep Twitter, Fajareza–yang akrab dipanggil Reza–tak berniat menyainginya. Sementara Twitter “bermain” di pasar global, ia hanya berharap FunPage bisa merambah pasar dalam negeri. Karena menyasar pengguna lokal itulah Reza merancang situsnya agar mudah digunakan.

Jika ingin bergabung di FunPage, cukup mendaftar di http://funpage.web.id/signupp.php. Setelah itu, pengguna bisa mengaktifkan akun yang sudah dimiliki, dengan cara mengklik tautan yang dikirim ke e-mail pribadi. Setelah akun aktif, tinggal melakukan login menggunakan e-mail dan password atau kata kunci.

Setelah login, pengguna bisa melakukan apa saja. Mulai mencari teman di http://funpage.web.id/pencarian.php atau menulis status, apa yang sedang mereka lakukan. Itu bisa dilakukan di http://funpage.web.id/member.php. Pengguna juga bisa memperbarui biodata di menu pengaturan.

Kemudahan lain, FunPage bisa diakses lewat ponsel dengan alamat http://m.funpage.web.id. Situs dengan desain menarik ini juga menyediakan berbagai widget yang dapat digunakan untuk mempermudah update halaman.

Karena lebih mirip Twitter, hampir semua fitur yang dimiliki Twitter diadopsi di sini. Dengan bergabung di FunPage, otomatis pengguna bisa melakukan status update akun mereka di Twitter secara bersamaan. Namun, cowok yang baru berusia 18 tahun ini tak khawatir FunPage bakal tergilas persaingan situs berbagi, baik lokal maupun impor.

Ini karena ia menanam fitur-fitur yang tak dimiliki semua jejaring sosial. Misalnya fitur Post E-Mail”. Artinya, untuk sekadar meng-update status, pengguna tak perlu masuk ke halaman. “Tapi cukup mengirim e-mail saja,” ujar lulusan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 19 Jakarta ini.

Belum lagi fitur Pesan Pribadi, untuk menulis atau memberikan komentar di halaman teman kita. Selain itu, FunPage memiliki Sistem Point. Ke depan, dengan fitur ini, pengguna bisa menukarkannya dengan suvenir. “Semakin banyak poin, makin banyak suvenir didapat.”

FunPage juga dilengkapi fitur FunLinked, atau di Blogspot bernama Blogroll. “Pengguna bisa membagi halaman orang yang, menurut pemilik akun, keren, tanpa perlu mengikutinya,” kata Reza, yang akan melanjutkan pendidikan ke bangku perguruan tinggi September mendatang.

Tak kalah menarik, sementara layanan lain membatasi karakter tulisan maksimal 140 karakter, di FunPage, batasan itu dinaikkan. “Maksimal 350 karakter, biar bercerita makin asyik nggak dibatasin karakter.” Ini membuat FunPage berbeda. Selain itu, layanan yang baru menjaring 80-an pengguna ini so pasti gratisan, tanpa dipungut biaya. Nah, kalau yang ini, tentu tak ada bedanya dengan jejaring sosial yang lain.

31 August 2009 Posted by | Cuap-Cuap, Komputer, Lintas Informasi | , , , , , , , , , , | Leave a comment