Info Berita Rekan

OcehanBocahDiTengahRimbaNyaDunia

Ponsel Canggih ala Indonesia

https://i0.wp.com/www.frumsatire.net/wp-content/uploads/2009/02/15-advanced-toilet-training.jpgYono, orang paling kaya di Indonesia sedang bermain golf bersama dua orang temannya yang beda kewarganegaraaan. Satu warga negara Amerika dan lainnya adalah Jerman. Mereka bermain di salah satu padang golf ternama di Indonesia.

Saat menuju hole ke-3, tiba-tiba mereka dikagetkan oleh sebuah dering ponsel. Ternyata, ponsel milik teman Yono yang berwarga negara Amerika. Sang Amerika pun meminta maaf dan mohon izin untuk mengangkat telepon sebentar.

Ia pun berjalan selangkah. Mendekatkan jempol kirinya ke telinga kiri, sedangkan kelingking kirinya diletakkan tepat di depan mulutnya. Ia pun memulai percakapan.

Setelah selesai, sang Amerika melihat Yono dan orang Jerman itu terkesima. Ia pun berkata “Ini merupakan teknologi ponsel terbaru di Amerika. Satu chip dibenamkan di jempol, dan satunya lagi di kelingking. Antena untuk menangkap sinyal disematkan di topi saya. Teknologi yang canggih sekali, kan?” ujar si Amerika.

Mereka pun melanjutkan bermain golf. Tepat di hole ke-9, telepon kembali berbunyi. Kali ini milik si Jerman. Teknologi ponselnya lebih canggih. Sebelum mulai  berbicara, ia terlebih dahulu memalingkan wajahnya ke kanan. Tanpa menggunakan apa-apa ia pun mulai bercakap-cakap dengan temannya di seberang sana. Setelah selesai, ia langsung menjelaskan teknologi canggih itu pada Yono dan si Amerika.

“Teknologi ponsel di Jerman memungkinkan saya melakukan percakapan tanpa perangkat apapun. Sebuah chip sudah terbenam di gigi saya sedangkan satu chip lagi dibenamkan di kuping. Antena untuk menangkap sinyal saya letakkan di kancing baju. Ini teknologi asli Jerman,” paparnya.

Permainan golf pun berlanjut.

Pada hole ke-13, sebuah dering ponsel kembali membahana. Kala itu juga Yono langsung berlari menuju semak belukar di pinggir padang Golf. Kedua Jerman dan Amerika itu saling bertatapan aneh melihat aksi Yono. Keduanya pun mencoba mencari Yono di balik semak belukar.

Amerika dan Jerman langsung heran ketika Yono berada di balik semak dan mulai menanggalkan celananya dan berjongkok.

“Hei, apa yang kamu lakukan, No?” tanya si Amerika
Yono pun mendongak ke arah si Jerman dan si Amerika yang berada tepat di atas kepalanya. Lalu ia berkata “Saya sedang menunggu fax dari teman saya.”

13 September 2009 Posted by | Cuap-Cuap, Handphone, Humor, Komputer | , , , , , , , , , , , , | 2 Comments

Twitter Made in Indonesia

TEMPO Interaktif, Jakarta – Setahun belakangan ini cukup banyak situs jejaring sosial lokal yang bermunculan. Salah satu penyebabnya apa lagi kalau bukan munculnya situs jejaring sosial impor, seperti Facebook, yang kemudian mewabah di Tanah Air.

Nah, belum sebulan ini, muncul lagi sebuah situs jejaring sosial buatan anak negeri. Namanya, FunPage (http://funpage.web.id). Situs ini memang tak seperti Facebook, yang penggunanya sudah mencapai 8,5 juta orang di Indonesia.

Merupakan gabungan Twitter dengan Plurk, jejaring sosial ini cukup marak di Indonesia. Karena itu, seperti Twitter, di FunPage mengenal konsep “follower” atau ikut teman.
Situs yang diluncurkan pada Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-64, 17 Agustus lalu, ini adalah layanan microblogging yang menyediakan sebuah halaman pribadi bagi penggunanya. Di halaman inilah pengguna bebas mengungkapkan apa saja.

“Mulai dari memberi pendapat, rekomendasi, unek-unek, atau inovasi,” kata Fajareza, pendiri dan pengelola FunPage, kepada iTempo, Kamis lalu. Seperti jejaring sosial lain, di FunPage, pengguna bisa mencari teman atau cuma sekadar mencari inspirasi.

Meski FunPage mengikuti konsep Twitter, Fajareza–yang akrab dipanggil Reza–tak berniat menyainginya. Sementara Twitter “bermain” di pasar global, ia hanya berharap FunPage bisa merambah pasar dalam negeri. Karena menyasar pengguna lokal itulah Reza merancang situsnya agar mudah digunakan.

Jika ingin bergabung di FunPage, cukup mendaftar di http://funpage.web.id/signupp.php. Setelah itu, pengguna bisa mengaktifkan akun yang sudah dimiliki, dengan cara mengklik tautan yang dikirim ke e-mail pribadi. Setelah akun aktif, tinggal melakukan login menggunakan e-mail dan password atau kata kunci.

Setelah login, pengguna bisa melakukan apa saja. Mulai mencari teman di http://funpage.web.id/pencarian.php atau menulis status, apa yang sedang mereka lakukan. Itu bisa dilakukan di http://funpage.web.id/member.php. Pengguna juga bisa memperbarui biodata di menu pengaturan.

Kemudahan lain, FunPage bisa diakses lewat ponsel dengan alamat http://m.funpage.web.id. Situs dengan desain menarik ini juga menyediakan berbagai widget yang dapat digunakan untuk mempermudah update halaman.

Karena lebih mirip Twitter, hampir semua fitur yang dimiliki Twitter diadopsi di sini. Dengan bergabung di FunPage, otomatis pengguna bisa melakukan status update akun mereka di Twitter secara bersamaan. Namun, cowok yang baru berusia 18 tahun ini tak khawatir FunPage bakal tergilas persaingan situs berbagi, baik lokal maupun impor.

Ini karena ia menanam fitur-fitur yang tak dimiliki semua jejaring sosial. Misalnya fitur Post E-Mail”. Artinya, untuk sekadar meng-update status, pengguna tak perlu masuk ke halaman. “Tapi cukup mengirim e-mail saja,” ujar lulusan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 19 Jakarta ini.

Belum lagi fitur Pesan Pribadi, untuk menulis atau memberikan komentar di halaman teman kita. Selain itu, FunPage memiliki Sistem Point. Ke depan, dengan fitur ini, pengguna bisa menukarkannya dengan suvenir. “Semakin banyak poin, makin banyak suvenir didapat.”

FunPage juga dilengkapi fitur FunLinked, atau di Blogspot bernama Blogroll. “Pengguna bisa membagi halaman orang yang, menurut pemilik akun, keren, tanpa perlu mengikutinya,” kata Reza, yang akan melanjutkan pendidikan ke bangku perguruan tinggi September mendatang.

Tak kalah menarik, sementara layanan lain membatasi karakter tulisan maksimal 140 karakter, di FunPage, batasan itu dinaikkan. “Maksimal 350 karakter, biar bercerita makin asyik nggak dibatasin karakter.” Ini membuat FunPage berbeda. Selain itu, layanan yang baru menjaring 80-an pengguna ini so pasti gratisan, tanpa dipungut biaya. Nah, kalau yang ini, tentu tak ada bedanya dengan jejaring sosial yang lain.

31 August 2009 Posted by | Cuap-Cuap, Komputer, Lintas Informasi | , , , , , , , , , , | Leave a comment