Tips Pintar Memilih Harddisk External (Portabel)
Jika Anda seperti kebanyakan orang, Anda pasti pernah mengalami hal yang satu ini. Merasakan kapasitas simpan pada harddisk yang dipasang di dalam komputer menciut dengan cepat. Maksudnya, dengan cepat Anda kekurangan kapasitas simpan.
Ini sebenarnya tidak mengherankan, mengingat file-file video dari YouTube, koleksi foto hasil jepretan kamera digital yang kian tinggi resolusinya, plus aplikasi-aplikasi menarik yang sering Anda unduh, sunting, dan pakai, terus saja bertambah, sementara kapasitas harddisk tidak Anda tambah.
Kalau sudah begini, solusi yang paling praktis adalah dengan menambahkan sebuah harddisk portabel, alias eksternal. Mengapa kami sebut praktis? Sebab tidak perlu repot-repot buka casing dan menghubungkan kabel harddisk ke motherboard.
Praktis, Ringkas
Tinggal koneksikan saja harddisk portabel ke port USB/FireWire komputer via kabel yang disediakan, dan Anda sudah mendapat tambahan kapasitas, yang mungkin saja lebih besar dibandingkan harddisk yang bercokol dalam komputer Anda. Juga tidak perlu pasang power supply tambahan. Mudah dan cepat bukan?
Harddisk portabel, sesuai namanya, tentu mudah dibawa-bawa, termasuk dimasukkan dalam saku celana, karena bentuknya yang ringkas, kompak. Biasanya, harddisk portabel datang disertai dengan software backup. Memang fungsi harddisk portabel – tadinya – adalah sebagai media backup. Karena itu, harddisk portabel juga berfungsi sebagai pemulih (restorer) data dan file jika file ‘asli’ terkorupsi, karena virus misalnya.
Apa yang Perlu Diperhatikan?
Di pasar saat ini ada banyak sekali pilihan merek harddisk portabel, antara lain A-Data, Buffalo, Iomega, Imation, LaCie, Maxtor, Qnap, Samsung, Seagate, Toshiba, Transcend, dan Western Digital. Fisik harddisk portabel masa kini cantik, mungil, dengan kapasitas yang kian besar. Ada yang mengemaskan harddisk 1,8”, ada yang 2,5”, juga 3,5”. Tinggal pilih mana yang dibutuhkan.
Nah, agar Anda tidak terlalu repot memikirkan apa saja yang harus dipertimbangkan saat membeli harddisk portabel, berikut kami berikan sedikit panduan. Perhatikan hal-hal di bawah ini saat berbelanja harddisk portabel.
1. Kapasitas (kapasitas simpan file maksimal)
Kapasitas simpan harddisk portabel bervariasi, dimulai dari 40GB sampai 500GB. Namun kini juga sudah muncul harddisk portabel yang daya tampungnya mencapai 1,5TB (terabyte). Jika Anda banyak bekerja dengan file video dan grafis, kami sarankan untuk memilih harddisk portabel dengan kapasitas terbesar yang bisa Anda beli.
Selain ditujukan sebagai suplemen harddisk di komputer desktop, kebanyakan harddisk portabel kini justru membidik pasar pengguna notebook dan netbook (mini notebook). Harddisk portabel yang ditujukan pada notebook/mini notebook hadir dalam dua ukuran: 2,5” dan 1,8”. Namun Anda juga tidak dilarang memilih yang berukuran 3,5”, kendati yang satu ini lazimnya ditujukan pada PC desktop. Tentu kenyamanan membawa-bawanya akan berbeda. Selain itu, harga harddisk portabel 1,8” pasti lebih mahal dibandingkan yang 2,5”, kendati keduanya berkapasitas tepat sama.
2. Kecepatan putar drive
Kecepatan putar disk sebagian ditentukan oleh kecepatan laju data, dan dinyatakan dalam rpm (rotation per minute). Umumnya harddisk portabel berputar pada kecepatan 5400rpm.
3. Besar buffer atau cache
Besarnya buffer mewakili jumlah memori yang di-cache, atau disimpan yang bisa ditangani oleh sebuah drive ketika menanti permintaan (request) berikutnya dari sistem. Besarnya buffer berkisar dari 2MB – 16MB. Semakin besar ukuran buffer, semakin banyak data yang bisa disimpan dan semakin cepat pengantaran datanya. Namun semakin besar ukuran buffer yang dikemaskan sebuah harddisk portabel, akan semakin mahal pula harga harddisk portabel tersebut.
4. Fitur Recovery
Pilihlah harddisk portabel yang dilengkapi dengan fitur backup and recovery. Fitur ini berguna di saat file-file Anda mengalami kerusakan atau korupsi data akibat hilangnya asupan listrik secara tiba-tiba, atau pun akibat serangan virus. Melalui fitur recovery, Anda akan bisa memulihkan data yang hilang/rusak.
5. Kemampuan PnP (plug and play)
Tancapkan kabelnya dan harddisk portabel langsung bisa dipakai tanpa perlu instalasi driver atau software apa pun, begitu maksud PnP. Kemampuan PnP khususnya diperlukan jika Anda bermaksud menggunakan satu harddisk portabel di beberapa komputer – PC di kantor, netbook di luar kantor, atau notebook di rumah. (kompas)
Kingston Luncurkan DataTraveler 5000

JAKARTA – Kingston Digital meluncurankan USB Flash Drive DataTraveler 5000. Produk ini adalah FIPS 140-2 Level 2 disertifikasi dengan Level 3, dan berfiturkan enkripsi berbasis hardware 256-bit AES.
Unit ini menggunakan mode sandi XTS dan juga menggunakan elliptic curve cryptography (ECC) algoritma untuk digunakan dalam standard teruji Suite B oleh pemerintahan Amerika.
“DataTraveler 5000 memberikan perlindungan keamanan tingkat tinggi dan enkripsi untuk pemerintahan dan pengguna enterprise,” ujar Nathan Su, Direktur Sales Flash Memori Kingston, wilayah APAC, seperti yang dilansir melalui keterangan resminya, Jumat (29/1/2010).
“Solusi data portable ini mewakili proteksi data dengan nilai seni tinggi yang juga memberikan kenyamanan bagi penggunanya karena mempunyai sistem plug and playm,” tambahnya.
DataTraveler 5000 dilengkapi keamanan terdaftar dari teknologi SPYRUS yang mendukung basis hardware 256-bit AES-XTS dan Suite B cryptography, termasuk ECC. Algoritma Suite B dipilih secara khusus dan terbukti oleh pemerintah Amerika dan Departemen Pertahanan untuk digunakan dalam pembagian data dalam lingkungan multi nasional termasuk kedua aplikasi klasifikasi dan tidak klasifikasi. Mode XTS-AES adalah mode sandi untuk enkripsi yang jauh lebih kuat daripada CBC, ECB dan mode lainnya.
Sertifikasi FIPS 140-2 membutuhkan proses validasi yang memenuhi paket kriteria pemerintahan dari National Institute of Standards and Technology (NIST). Ini sangat penting karena agensi pemerintahan di Amerika Serikat memiliki banyak data yang sensitif yang harus di enkripsi dengan standard FIPS 140-2.
Level 2 memiliki arti bahwa DataTraveler 5000 memiliki konstruksi merusakkan yang jelas yang berfungsi untuk memberikan peringatan kepada semua penggunanya jika drive yang mereka gunakan telah dirusak.
Ini juga merupakan suatu power-on self test yang melakukan verifikasi mekanisme enkripsi berjalan dengan baik ketika drive dicolokkan pada sebuah port USB. Drive tersebut diharapkan menerima sertifikasi FIPS 140-2 Level 3 secepatnya.
DataTraveler 5000 tersedia dalam kapasitas 2-, 4-, 8- dan 16GB. Ini juga tersedia dengan aplikasi onboard Malware scanning via program extensive customization Kingston.
A-DATA SH93 Rugged Portable Hard Drive
Depending on what your profession or hobby is you may only need to backup a small amount of data, or quite the opposite, and have huge storage requirements. The first group can easily get away with using flash memory drives these days. However, if you are looking at storing hundreds of gigabytes of data then an alternate solution will be required.
One of the most typical and convenient options is having an external hard drive. Not only are these affordable and easy to use, but once data has been backed up, you can take it with you or store it at a safe location. You could go with a 3.5″ form factor drive for the lowest possible price, though when portability is preferred, 2.5″ drives are the way to go.
These are considerably smaller, lighter and do not require an external power source — making them more practical. They are not much more expensive than 3.5″ drives, either. For instance, you can buy a 2.5″ portable hard drive with a 500GB of storage capacity for as little as $90, whereas the cheapest we have come across for a similar capacity 3.5″ model is $70.
Reliability and durability should also be taken into account. Portable hard drives are just an accidental drop away from irrecoverable loss, so spending a bit more to ensure data safety is a no-brainer for someone as ham-fisted as myself. Depending on the use you intend to give this drive you might want to consider that as well.
We have seen flash-based thumb drives from the likes of OCZ and Corsair survive large drops, being submerged or even frozen if the occasion presents itself. However, creating a portable hard drive this robust presents a few more challenges, as it will not only be heavier but also more fragile because of its internal moving parts.
A-DATA has taken it upon themselves to deliver such a product with their new SH93 line, bringing the industry’s first waterproof and shock resistant portable hard drive. The SH93 was designed for road warriors who need to take their storage with them on the harshest of environments. Let’s take a closer look…
The A-DATA SH93 is only slightly more expensive than your typical portable 2.5″ drive, priced at around $110 for the 500GB version. Other than that, there’s not much typical about this drive. It is designed to be rugged and durable, with A-DATA aiming at students, people constantly on the move and “sports enthusiasts.”Besides the model we tested today the SH93 also comes in 320GB and 640GB capacities, priced at around $80 and $150 respectively, and your choice between bright yellow and red colors.
The SH93 incorporates a rubber-plastic mix for its housing which acts as a cushion protection against bumps and falls. It fully meets the “MIL-STD-810F 516.5 procedure IV” military standard for transit drop tests, allowing the drive to endure 1.2 m (4 ft) falls onto a hard surface. If you were to drop the SH93 while carrying it or knock it from a desk, this is about how far the unit would fall, so it’s a fair test to certify the drive with.
Its casing also acts as a water proof skin protecting the 2.5″ hard drive inside from water damage. A-DATA claims that the SH93 is completely waterproof, according to IEC 529 IPX7 standards, in up to one meter deep for up to 30 minutes, which should give you more than enough time to fish it out of a pond. It is worth mentioning that the drive itself does not float so don’t go dropping it in the deep end.
We wouldn’t just take A-DATA’s claims without first playing rough with the drive for a few days. Apart from knocking it off the desk around a dozen times, I wanted to see how the SH93 handled rough concrete and gravel. Surprisingly, the rubber took this punishment very well without so much as a scratch. Of course, throwing the SH93 in dusty gravel a few times did make it quite dirty, though its waterproof feature came in handy here.
To clean the drive we simply ran it under the tap and had it looking like new again. Given that the SH93 is waterproof, we then submerged it into the kitchen sink for half an hour, plugged it back in and found our data was still intact as advertised. Upon closer inspection we found no evidence of any leaks when dismantling the SH93. So long as the USB port lid is closed, you’ll get away with exposing this portable drive to water.
Other than the rubbery outer shell there is another unusual design aspect of the SH93 that A-DATA hopes will help make this product a little more desirable. Instead of requiring users to separately carry around a USB cable, the SH93 includes a 30cm long USB cable that wraps around the body of the drive.
This is a great idea, although reattaching the cable to the outside of the housing after every use was quite annoying. The cable is not easily tucked away and the whole process is a little clumsy and awkward. That said, we see no obvious solution to the problem so users will just have to be patient when packing up their SH93.
Rounding out the exterior features is a bright blue LED that signals activity when the drive is in use. As for its internals, the 500GB SH93 model we are testing today uses a 2.5″ Fujitsu MJA2500BH hard disk drive sporting 8MB of cache and spinning at 5400RPM.| Core i7 Test System Specs – Intel Core i7 965 Extreme Edition (Overclocked @ 3.70GHz) – x3 2GB G.Skill DDR3 PC3-12800 (CAS 9-9-9-24) – Asus P6T Deluxe (Intel X58) – OCZ GameXStream (700 watt) – Seagate 500GB 7200-RPM (Serial ATA300) – HIS Radeon HD 5850 (1GB) Software – Microsoft Windows 7 Ultimate (64-bit) – ATI Catalyst 9.10 |
Given that the A-DATA SH93 is limited to the USB 2.0 bus, transfer speeds maxed out at a little over 30MB/s when copying data. With a download speed of 33MB/s and an upload speed of 27.7MB/s, the SH93 performs like a high-speed USB 2.0 device matching the 2.5″ Samsung portable drive and the OCZ Throttle. Of course, the latter had the advantage of being able to use an eSATA interface which greatly improved its performance.

The A-DATA SH93 performed as expected in CrystalDiskMark. Its sequential and random performance was virtually identical to that of the OCZ Throttle and only slightly superior compared to the Samsung Spinpoint M80. When it came to the Random 512KB test, OCZ’s drive came noticeably on top for read speeds among all tested USB 2.0 drives, while A-DATA’s SH93 handled writes a little faster than OCZ and Samsung’s drives.
There were no surprises in the Random 4KB test, either. The A-DATA SH93 performed as is expected from any hard drive connected to the USB 2.0 bus, while the OCZ Throttle did significantly better in this test due to its use of flash memory.
A-DATA’s portable drive performed considerably better than the Samsung Spinpoint M80 in the first set of PCmark Vantage results. Although it was also slower than the OCZ Throttle in both the Windows Defender and Windows Vista Startup tests, the margins were not nearly as great as those faced by the Spinpoint M80.
Conversely in the second batch of results, which included Gaming and Video Editing tests, we saw the SH93 and Spinpoint M80 deliver very similar results while OCZ’s drive was significantly faster overall.
Finally, we ran the A-DATA SH93 through SiSoftware Sandra 2009 using the physical disks benchmark. The results are not all that surprising as all three USB 2.0 devices delivered very similar performance.
Over the years the portable hard drive market has become increasingly competitive and somewhat overcrowded. A quick search at Newegg.com reveals around 50 portable 500GB hard drives based on the 2.5″ form factor, with half of them priced at around $100 or less, and just a handful featuring rugged designs.The A-DATA SH93 is an eye catching product that delivers on all fronts. Its build quality is first-class and the durability it offers far exceeds that of the majority of 2.5″ portable drives, which often feature flimsy plastic bodies that are easily damaged.
The SH93 features a 500GB Fujitsu MJA2500BH hard drive, available online for around $90. This means A-DATA is only charging an extra $20 for their rugged housing — not a bad deal considering a cheap housing will cost you $10 anyway, and going for a quality enclosure separately could set you back significantly more. Two other rugged drives we could find on offer – the LACIE Rugged 500GB and the iomega eGo BlackBelt 500GB – were priced closely to the A-DATA SH93 however.
In terms of performance, the SH93 was more than capable of topping out the USB 2.0 bus, so anything more substantial than its Fujitsu innards would’ve been a waste. Another could have been the story if the SH93 provided eSATA support for added performance and greater flexibility. With powered eSATA ports becoming a more common sight, this could have given A-DATA’s portable drive the necessary edge against its competitors, though we imagine the more ubiquitous USB connectivity gets them the broadest consumer reach.
Due to the use of thick rubber to protect the enclosure and the drive within, the A-DATA SH93 is bulky compared to your average portable 2.5″ drive. It will still fit in your pocket though, so it’s not deal breaker either.
Although it was added for convenience, we were rather annoyed with the SH93’s wrap-around USB cable. In theory it makes perfect sense to have the cable integrated to the device, but the finished product ended up being a little too clumsy. Removing this cable for use was not a problem, but reattaching it to the enclosure was more often than not a nuisance.
Overall we were impressed with the durability of the SH93, providing a level of toughness unmatched by the majority of portable hard drives. A-DATA has also kept the drive at a very competitive price point of $110 for the 500GB version. If you are seeking for a compact and capacious storage device that can survive knock, bumps and even submersions, then the A-DATA SH93 is the product for you
10 Langkah Instalasi Windows XP dengan USB
Jakarta – Pembaca, saat ini, keberadaan laptop mungil tengah menawan hati sebagian besar pengguna komputer jinjing. Bagaimana tidak? Walaupun terkadang spesifikasi sebuah subnotebook tidak semumpuni notebook-notebook berukuran lebih besar, ukurannya yang mini dan kemampuannya yang dapat mengakomodasi kebutuhan berkomputer sehari-hari menjadikan subnotebook sebagai salah satu gadget yang sangat diminati, disamping harganya yang lebih terjangkau, tentu saja.
Nah, salah satu usaha produsen subnotebook untuk “merampingkan” produknya adalah dengan meniadakan perangkat optical drive, seperti CD-ROM/RW atau DVD-ROM/RW. Komponen yang digunakan untuk mengakses keping CD atau DVD ini memang cukup menyita ruang dan sumber daya.
Sebagai konsekuensinya, pemilik subnotebook tak dapat mengakses CD atau DVD di subnotebook-nya, atau terpaksa membeli external optical drive yang tetap dijalankan via port USB yang tersedia.
Salah satu masalah yang timbul akibat ketidaktersediaan optical drive pada subnotebook adalah kesulitan saat hendak melakukan instalasi aplikasi ataupun sistem operasi. Tak jarang pengguna harus menyalin aplikasi atau sistem operasi yang hendak di-install ke dalam USB flash disk, atau mencolok external optical drive dan melakukan instalasi seperti biasa. Namun, tentu saja hal ini sangat merepotkan, mengingat tak banyak pengguna awam yang mengetahui prosedur instalasi aplikasi atau sistem operasi via flash disk, dan harga sebuah external optical drive yang tidak murah.
Contoh kasus, andaikan kita hendak mengganti sistem operasi Xandros Linux yang terpasang di subnotebook Asus Eee PC dengan Windows XP, maka kita harus menginstal via external optical drive. Mungkin tak terlalu memusingkan bagi Anda yang punya cukup dana untuk membeli sebuah external optical drive, namun bagaimana dengan Anda yang sejak awal ingin berhemat dengan membeli subnotebook?
Nah, lewat artikel ini penulis ingin berbagi tips membuat modul instalasi Windows XP menggunakan media USB flash disk, yang tentunya akan menghemat biaya dan menjadikan pembaca lebih pintar. Modul instalasi ini tak hanya dapat diimplementasikan dalam instalasi ke subnotebook saja, tapi juga dapat diaplikasikan pada komputer mana pun yang sudah memiliki fitur untuk booting via USB.
“Gampang! Tinggal salin file instalasi Windows XP ke flash disk!” Mungkin itu yang terlintas di benak Anda, tapi percayalah bahwa membuat modul instalasi Windows XP tidak semudah itu. Namun jangan khawatir, karena dengan mengikuti langkah-langkah berikut, proses pembuatan modul instalasi Windows XP pun tak terlalu sulit dilakukan.
Yang Harus Disiapkan:
1. Sebuah komputer yang dilengkapi optical drive (CD atau DVD) dan port USB yang dapat bekerja dengan baik.
2. Sebuah USB flash disk berkapasitas 1 atau 2 GB.
3. CD instalasi Windows XP.
4. Aplikasi pembuat modul instalasi (USB_PREP8 dan PEtoUSB) yang dapat diunduh cuma-cuma melalui link http://www.sendspace.com/file/7n781n
5. Do’a dan keberanian!
Langkah-langkah Pembuatan:
1. Tancapkan USB flash disk ke salah satu port USB. Ingat-ingat posisi drive-nya. Apakah F:, G:, H:, dan sebagainya.
2. Saat Anda berada di posisi normal (desktop), masukkan CD instalasi Windows XP ke optical drive. Jika komputer menjalankan proses instalasi secara otomatis, batalkan saja dan tutup semua aplikasi yang tengah berjalan.
3. Unduh dan ekstrak aplikasi yang penulis berikan. Saran penulis, ekstrak seluruh isinya ke sebuah folder, semisal C:\USB.
4. Selanjutnya, buka folder di mana Anda mengekstrak aplikasi modul pembuat instalasi, kali ini kita ambil contoh C:\USB.
5. Jalankan file bernama “usb_prep8.bat” maka di layar monitor akan tampak jendela Command Prompt berisi macam-macam perintah. Jika sudah muncul tulisan “Press any key to continue,” tekan sembarang tombol untuk konfirmasi.
6. Di layar akan muncul jendela PEtoUSB yang meminta Anda memformat USB flash disk Anda. Tak perlu mengubah setting apa pun, langsung klik Start untuk mulai proses format. Jawab konfirmasi sesuai kebutuhan Anda.
7. Jika sudah selesai, tutup jendela PEtoUSB (jangan menutup jendela Command Prompt yang tadi terbuka ketika Anda menjalankan usb_prep8.bat), maka di layar akan muncul opsi-opsi dari 0 hingga 5.
8. Gunakan opsi 1 untuk memilih sumber file instalasi yang nantinya akan disalin ke flash disk. Disini, tentukan di drive mana Anda menyimpan instalasi Windows XP. Pilih saja optical drive di mana sudah ada CD Windows XP di dalamnya, atau pilih folder pilihan Anda jika Anda telah menyalin file instalasi Windows XP ke folder tertentu.
9. Pilih opsi 3 untuk menentukan di mana Anda mencolok flash disk. Kalau flash disk Anda berada di drive F:, maka ketik F dan tekan ENTER. Jika drive G: maka ketik G dan tekan ENTER, begitu seterusnya berlaku untuk drive lain.
10. Selanjutnya pilih opsi 4 untuk mulai proses pembuatan modul instalasi yang nantinya akan disalin ke flash disk secara otomatis. Jawab apa pun konfirmasi yang muncul dengan Y atau YES atau OK atau bentuk persetujuan lain.
Selesai! Kini flash disk Anda telah siap digunakan untuk instalasi Windows XP! Silahkan melakukan setting pada BIOS subnotebook Anda, dan pilih Removeable Disk (atau apa pun nama lainnya) sebagai media pertama yang dijalankan saat booting.
Mengingat teknik instalasi semacam ini juga tersedia di internet, Anda juga bisa mencarinya via mesin cari. Selamat mencoba…!
Samsung S1 Mini 1.8in external hard drive
Samsung’s S1 Mini: not much larger than this picture
The top of the S1 is all ultra-glossy black and smooth, but with a dotted texture under a clear plastic cover so it’s not your average piano-black peripheral, despite Samsung quoting “piano black” as one of the drive’s three colour choices. The activity light is a needle thin slash of bright blue LED, up at the top of the face.
The back of the drive is matte black plastic with a contoured “leather-look” texture that looks like it was taken off a 1980s car dashboard but makes for an interesting contrast with the shiny upper half.
Textured design
Still, we think the S1 looks rather snazzy, but what really matters is the size: the S1’s about the size of a packet of smokes – 87 x 62 x 15.5mm, according to Reg Hardware‘s handy ruler – making it eminently pocketable and portable.
Within the shiny casing sits a 1.8in hard drive of 120GB unformatted capacity. It connects up to a host computer by USB 2.0, which provides power as well as the data link. Samsung bundles two cables with the S1, both with a regular USB connector at one end and a mini USB jack at the other. One is 50cm long, but the other has a mere 4cm of cord between the plugs, ideal for a laptop link.
Much smaller than a WD MyBook
Samsung has pre-formatted the S1 Mini using the FAT32 file-system for cross-platform compatibility, but you’re clearly free to reformat the drive to NTFS, HFS+ or EXT3, depending on the operating system you favour.
Elevo Cocoon Mantis A10116, Sertakan Dongle Bluetooth

Nama produk ini mengingatkan kita pada sebuah merek yang telah populer. Sebenarnya netbook yang satu ini merupakan produk lokal yang didesain di Singapura dan mulai diperkenalkan saat pameran Mega Bazaar lalu. Karena merupakan barang yang benar-benar baru, baik dari sisi produk maupun merek, Elevo seri Cocoon Mantis membutuhkan sesuatu yang bisa membuat konsumen terpikat. Faktor desain pun diperkuat agar Mantis tampil beda di antara para kompetitornya. Sebagus apakah itu?
Menilik fisiknya, netbook Mantis tampil sedikit berbeda dengan sudut sisi depan yang melancip sehingga memudahkan pengguna saat membuka cover-nya. Cover-nya yang didesain hitam metalik memang cukup menarik.
Daya tariknya ditambah lagi dengan logo produk yang terpampang pada bodinya menggunakan sistem ILM (in-line moulding), bukan menggunakan sistem sablon seperti netbook OEM umumnya. Engsel pembuka cover sendiri juga terlihat kuat agar strukturnya bisa dibuka-tutup berkali-kali.
Sebagai netbook berprosesor Intel Atom dan berlayar 10,1”, mungkin spesifikasi Mantis ini tidak banyak berbeda dengan netbook lainnya. Karena itulah, vendor menambahkan beberapa fitur agar Mantis terlihat lebih lengkap. Salah satunya dengan menghadirkan pilihan besaran RAM pada kartu grafis (VGA share – 64/128/224MB) sesuai kebutuhan.
Fungsi Bluetooth juga dimunculkan meski dalam bentuk dongle mini (USB) tambahan. Kedua fasilitas ini agaknya membuat Mantis tampil lebih atraktif. Bahkan, pilihan dengan modem 3G pun sudah disiapkan.
Pengguna yang terbiasa memakai notebook, boleh jadi akan menyukai segi ergonomis Mantis. Tombol keyboard besar yang dipadu dengan touchpad lebar memang nyaman untuk jari tangan meskipun tombol keyboard-nya tergolong keras. Selain harga jual, faktor kenyamanan jelas menjadi pertimbangan kuat konsumen memilih netbook yang rata-rata memiliki spesifikasi yang serupa.
Mantis sendiri dilengkapi memori 1GB, harddisk 160 GB, serta ditenagai sistem operasi Linux. Produk ini bisa dimiliki pengguna dengan harga sekitar Rp4,9 juta. Harga ini menurut kami belum kompetitif dibandingkan pesaing lokal lainnya.
Untuk mereka yang baru pertama kali memakai netbook, mungkin akan sulit membedakan tingkat kenyamanan netbook satu dan lainnya. Namun Mantis memiliki kelebihan dengan papan ketik yang besar. Sebagai bentuk layanan kepada konsumennya, Elevo menyediakan layanan QRU (Quick Response Unit) yang memungkinkan setiap pembeli Elevo menyampaikan masalah yang mereka hadapi dan mendapatkan tanggapan cepat dari pihak distributor. Kepedulian pada konsumen seperti ini setidaknya merupakan nilai tambah terhadap merek yang baru lahir.
Sumber: InfoKomputer
PLUS: Desain menarik; keyboard besar; bobot ringan; pilihan memori VGA; Bluetooth eksternal.
MINUS: Daya tahan baterai; tuts kurang nyaman.
SKOR PENILAIAN
(maksimal 5)
Kinerja : 4
Fasilitas : 4
Penggunaan : 4
Harga : 3,8
SKOR TOTAL : 4
Hasil Pengujian
Kinerja rata-rata netbook dengan prosesor Intel Atom N270 memang masih serupa, tidak ada perbedaan signifikan yang kami temui jika membandingkan Joybook Lite U101 dengan Cocoon Mantis A10116 yang memiliki spesifikasi serupa. Olah grafis chip 945/950 memang masih mengenaskan, namun pada netbook hal ini memang masih dimaklumi. Satu kekurangan penting muncul pada daya tahan baterai Mantis yang hanya 2200mAh, tergolong cukup singkat untuk memenuhi komputasi mobile
|
Pengujian
|
BenQ Joybook Lite U101 | Elevo Cocoon Mantis A10116 |
|
Cinebench R10
|
17 menit 56 detik
|
18 menit 30 menit
|
|
Encoding video
|
57 menit 24 detik
|
57 menit 5 detik
|
|
Encoding audio
|
15 menit 55 detik
|
15 menit 47 detik
|
|
3DMark 2006
|
–
|
–
|
|
Daya tahan baterai
|
||
|
Memutar HD Video
|
1 jam 51 menit 58 detik
|
1 jam 46 menit 26 detik
|
|
Battery Eater
|
1 jam 50 menit 30 detik
|
1 jam 34 menit 47 detik
|
* Elevo Technologies Indonesia, (021) 623-11235
Hati-Hati Transaksi ATM di Tempat Ramai

JAKARTA – Pihak perbankan mengimbau kepada nasabah agar berhati-hati saat bertransaksi menggunakan kartu ATM di tempat ramai. Pasalnya, lokasi tersebut merupakan tempat rawan kebobolan dana nasabah seperti yang marak akhir-akhir ini.
“Kami sempat menditeksi alat untuk menggandakan data nasabah di kartu ATM atau alat skimming dan kamera yang digunakan untuk mengintip PIN nasabah yang dipasang di ATM BCA. Kebanyakan alat tersebut dipasang di tempat keramaian seperti pusat perbelanjaan, penginapan hingga bandara,” ungkap Wakil Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, selepas Press Conference di Press Room Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2010).
Pihaknya mengungkapkan bahwa tindakan yang dilakukan di 13 lokasi tersebut merupakan tindakan murni kejahatan. Dan bukan karena kelalaian nasabah.
Jahja menjelaskan alat ini dipasang di sejumlah ATM yang ramai dikunjungi orang. Lokasinya yakni Bali Deli Nusa Dua, Hard Rock, Agung Cottage, Goza Swalayan, Bintan Swalayan, Pesona Minimarket, Graha Santi, Puri Naga, Glori Restoran, Bali Padma Hotel, Minimarket Kuta, Oky Kuta, serta Bandara Ngurah Rai.
Modus kejahatannya, pelaku memasang alat ini pagi hari sekira pukul 08.00 WIB atau pukul 09.00 WIB. Selang dua jam kemudian, pelaku mengambil alat skimming dan kamera untuk mengintip PIN tersebut.
“Modus pelaku itu memasang alatnya hanya hit and run. Makanya tidak ketahuan,” katanya.
Seluruh modus ini terlihat dari CCTV yang dipasang perseroan di ATM. Saat terjadi masalah, Jahja mengatakan, pihaknya langsung memutar CCTV ini.
Menurutnya, pelaku kejahatan merupakan sindikat internasional. Bahkan, kejadian tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia. Kasus ini terjadi di mana-mana. Interpol Jerman juga sempat datang dan sharing dengan BCA.
Untuk masalah pembobolan tersebut, dana nasabah hilang sekira Rp5 miliar dari 200 rekening nasabah. Namun pihaknya mengaku sudah menyelesaikan dan mengembalikan dana nasabah sebesar 90 persen.
Sementara sisanya merupakan nasabah nakal yang mengaku kehilangan uang. Padahal uang tersebut ditarik oleh pihak nasabah sendiri. “Untuk nasabah nakal itu ada sekira 30 orang yang mengaku kehilangan,” jelasnya.
Jahja juga mengaku kebobolan dana nasabah sebesar Rp5 miliar tersebut, ada 90 persen dana ditarik dari Australia dan sebesar 10 persen dari Toronto. Sehingga pihak BCA melakukan pemblokiran seluruh transaksi perbankan menuju dan dari Toronto dan Australia.
“Ada penarikan dana sekira Rp4,5 miliar ditarik di Australia. Jadi untuk saat ini transaksi ke Australia juga diblokir. Jadi maaf kalau mahasiswa Australia yang mau bayar kuliah tidak bisa untuk sementara. Sedangkan sekira Rp500 juta ditarik dari Toronto yang menggunakan ATM Link Cirrus. Karena Link Cirrus bisa menarik dana dari seluruh dunia,” tuturnya.
Untuk mencegah kebobolan terulang kembali, pihaknya terus meningkatkan kapasitas IT. Tahun ini pihaknya menganggarkan upgrade IT sebesar USD50 juta per tahun. Dana tersebut dialokasikan untuk upgrade jaringan IT, hardware, software dan sekaligus penambahan 50 kantor cabang di Indonesia.
Direktur Compliance & Human Capital Bank Mandiri Bambang Setiawan menjelaskan pihaknya sudah mewaspadai sentra ATM di tempat ramai. Pihaknya mengaku telah memberikan keamanan secara fisik dan logis.
Untuk pengamanan fisik, Bank Mandiri telah mengerahkan tim patroli berkala ke ATM, memasang kamera pengintai (spy camera) dan penjagaan oleh satpam. Sementara untuk pengamanan logis, pihaknya menyiapkan penutup PIN (PIN Covered), antifraud system, pembatasan penarikan dana nasabah via ATM, alat antiskimmer hingga notification sms banking.
“Tapi kami juga mengimbau kepada nasabah agar melihat kondisi di dalam ruangan ATM. Jangan sampai ada benda tambahan seperti kamera atau benda-benda asing lainnya. Selain itu hindari orang-orang yang meminta sesuatu di saat kita keluar dari ruangan mesin ATM,” ungkapnya.
Pihaknya juga menyarankan ke nasabah agar melihat nomor call center yang ditempatkan di atas mesin ATM. Abaikan pula jika pihak call center meminta nomor PIN karena pihak call center dilarang meminta PIN nasabah. Jika ada yang meminta, kata Bambang, berarti itu pembobol.
IMO B369, Ponsel Qwerty Termurah

JAKARTA – Setelah menggelontorkan IMO G9, IMO G910, IMO G911, IMO B9000, jajaran ponsel Qwerty IMO dimeriahkan kembali oleh kehadiran B369.
Yang berbeda adalah, ponsel qwerty terbaru milik IMO ini dibandrol dengan harga yang jauh lebih murah ketimbang ponsel-ponsel qwerty lainnya, hanya Rp549.000.
“Ponsel IMO G369 merupakan Ponsel Qwerty termurah yang ada saat ini ada. Dengan harga Rp549.000 ponsel tersebut sudah banyak di lengkapi fitur multi media player dan ditambah aplikasi jejaringan sosial antara lain Facebook, Yahoo Massager. IMO G369 layak di miliki sebagai ponsel On line,” ujar Presiden Direktur IMO Mobile Sarwo Wargono, dalam keterangan resminya, Senin (9/11/2009).
Selain layanan internet, IMO B369 telah mengakomodir kebutuhan pasar dengan memasukan fitur Bluetooth sebagai alat transfer data sehingga konsumen semakin mudah berinteraksi. Bahkan ponsel IMO B369 merupakan ponsel entry level qwerty termurah pada saat ini yang telah dilengkapi Bluetooth.
Layanan purna jual sangat penting artinya bagi pelanggan. Untuk memberikan kepuasan pelanggan yang telah mempercayakan ponsel Philips-IMO sebagai alat komunikasi, Philips-IMO Mobile Melalui PT. Konten Indomedia Pratama sebagai distributor layanan purna jual dan service centre.
Mengingat semakin tingginya apresiasi dan minat masyarakat terhadap produk dari Philips-IMO Mobile, dan juga untuk membuktikan keseriusan IMO Mobile terhadap pelayanan kepada konsumen, maka untuk meningkatkan pelayanan purna jual terhadap produknya Philips-IMO Mobile telah telah memiliki 12 service center yang tersebar di beberapa kota besar di Indonesia, yaitu Tanah Abang, ITC Roxy mas, E-Center Supermal Karawaci Tanggerang, Bandung, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Pekalongan, Samarinda, Medan, Pekanbaru Makasar dan Manado.
Jaringan: Dualband GSm (900/1800 MHz) & Dual On GSM-GSM Dimensi: 11,1í5,65í1,45 cm
Berat: 96 gram
Layar: 1.8 inci, TFT 65.536 warna, 160í123 piksel
Transfer data: GPRS; Kamera: VGA, video recording
Memori eksternal: microSD
Messaging: SMS, MMS
Konektivitas: Bluetooth, kabel data
Browser: WAP
Fitur lain: Polifonik (MP3), MP3 player, Video player, radio FM, Platform MTK 6223c, Image viewer, Sound recorder, Phonebook 200 entri, Facebook, Yahoo Messenger, Calendar, To do, Calculator, Alarm Clock, World clock, Currency converter, Stopwatch, E-book reader, File manager, Flight mode, Speakerphone, Game
Baterai: Lithium ion 650 mAh
Standby: 200-300 jam
Talktime: 3-5 jam
Mito Adopsi ‘Trackball Blackberry’ di Luxberry 8900

JAKARTA – Setelah meluncurkan sejumlah ponsel Qwerty, Mito Mobile kembali mengeluarkan seri ponsel Qwerty Luxberry terbarunya, Mito Luxberry 8900. Kali ini, Mito tak malu-malu lagi untuk mengadopsi fitur trackball yang dimiliki Blackberry untuk navigasi.
Tak jauh berbeda dengan seri sebelumnya, seperti Mito 8100, Luxberry 8900 tetap menggunakan sistem koneksi Dual on GSM-GSM. Ponsel cerdas ini juga mengusung kamera beresolusi 1.3 Megapiksel dan telah didukung sistem autofokus.
“Kami terus berusaha memberikan kenyamanan pada pelanggan kami saat mereka menggunakan produk-produk kami, di antara jajaran ponsel Qwerty lokal lainnya, baru Mito yang hadir dengan resolusi tinggi,” kata Direktur Utama Mito Mobile Hansen Lie dalam keterangannya, rabu (28/10/2009).
Meskipun dikatakan Hansen, daya tarik seri ponsel terbaru Mito ini adalah sistem trackball layaknya piranti Blackberry Mito tetap tak ingin hanya disebut mengekor dengan mengeluarkan ponsel jenis Qwerty.
Oleh karena itu, Mito mencoba untuk tampil berbeda di sisi desain. Dibalut oleh bahan yang terbuat dari bahan stainless steel membuat ponsel terlihat berkelas.
Untuk display utamanya, Mito Luxberry 8900 memiliki LCD berukuran 2,4 inci. Piranti yang memegang nama sebagai Entertainment Center tidak heran bila Luxberry 8900 memiliki port standar 3,5 mm sehingga dapat menikmati audio dengan headset.
Mito Luxberry 8900 ini juga memliki dual kamera yang terdapat pada bagian depan dan belakang, di mana kamera depan disediakan untuk mereka yang gemar self-portrait. Sedangkan kamera belakang adalah kamera utama high resolution dengan didukung flashlight untuk pengambilan gambar dalam kondisi kurang cahaya.
Piranti yang dilengkapi dengan koneksi Bluetooth 2.1 dan GPRS class 12 juga memiliki fitur aplikasi standar untuk jenis ponsel Qwerty yaitu Facebook, Opera mini untuk browsing internet dan Yahoo messenger, Mig33, MSN messenger untuk chatting.
Sebagai Entertainment Center, ponsel Mito 8900 ini memiliki fitur multimedia yang lengkap mulai dari pemutar MP3,MP4 , Voice recording, FM radio tanpa menggunakan headset karena memiliki antena internal, bahkan konsumen juga dapat menikmati siaran TV pada ponsel ini.

















