Info Berita Rekan

OcehanBocahDiTengahRimbaNyaDunia

Ovi Maps 10 Kali Lebih Cepat Dibanding Google Maps

JAKARTA – Meski baru diluncurkan 21 Januari 2010 lalu, Ovi Maps besutan Nokia mampu menyedot pengguna hingga 3 juta pengunduh. Nokia mengklaim keberhasilan tersebut karena layanan peta tersebut 10 kali lebih kencang dari Google Maps.

“Salah satu perbandingannya, untuk coverage 20 kilometer, Ovi Maps hanya menyedot data sebesar 200 kb saja. Bandingkan dengan Google yang menyedot 2Mb untuk jarak yang sama,” klaim Service and Application manager Nokia Indonesia Haryanti Ladwidjaja, saat press briefing Ovi Maps, di Menara Mulia, Jakarta, Rabu (17/2/2010).

Selain itu, kendati masih seumur jagung, Ovi Maps sudah menjangkau 74 negara dengan 28 juta kilometer jalanan di dunia. Tak hanya itu, voice guide sudah dibenamkan sebanyak 64 bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Sehingga, kekuataan ovi Maps semakin pas dengan fiturnya yang kaya, sehingga tidak menjadi sekedar alat penunjuk jalan saja.

Beberapa fitur Ovi Maps yang sudah kompatibel dengan kawasan Indonesia, diantaranya adalah fitur Lonely Planet. Di fitur tersebut, pengguna bisa mengetahui tempat-tempat seperti restoran, toko, dan lain sebagainnay yang dekat dengan posisi pengguna.

“Fitur lain yang paling penting adalah informasi jalan, disini pengguna Ovi Maps tinggal memasukkan alamat yang dituju, lalu tinggal memilih antara driver atau walking. Tampilan juga, dalam versi viktor bukan big map,” tambahnya.

Fitur cuaca mampu memprediksi cuaca di kota tertentu, hingga seminggu kedepan. Namun, Haryanti mengakui kalau informasi lalu lintas di peta digital ini belum tersedia dan saat ini sedang dalam pengembangan.

“Kita belum kerjasama karena belum ada yang memanage informasi lalu lintas secara profesional. Akan tetapi, dalam tahap penjajakan,” tandasnya

17 February 2010 Posted by | Elektronik, Handphone, Komputer | , , , | Leave a comment

XP8900, Ponsel Qwerty Dual On GSM

JAKARTA – Sebuah ponsel merek lokal kembali meramaikan pasar ponsel qwerty di Indonesia. Kali ini ponsel qwerty besutan XP Mobile, yang merupakan merek dagang PT Selular Piramid Telekom.

Ponsel dengan seri XP 8900 ini merupakan produk pertama yang dikeluarkan PT Piramid. Dilengkapi dengan dual On GSM, XP 8900 didesain mirip dengan ponsel qwerty lainnya, hampir menyerupai desain Blackberry Javelin.

XP 8900 menawarkan fasilitas unggulan seperti WiFi, Support Java Multitasking, Supports Chatting Aplications, Supports Facebook, Supports Opera Mini, Supports Twitter dan didukung oleh navigasi Trackball.

“Soal layanan purna jual, XP Mobile didukung jaringan servis center yang terdapat hampir di seluruh Indonesia, dengan memberikan garansi resmi 12 bulan yang bekerjasama dengan Astechindo plus asuransi selama 12 bulan oleh Prorisk-Asuransi Sinar Mas.” ujar Managing Director XP Mobile Isra Ruddin.

Dengan perpaduan material plastic pilihan yang dipadu dengan material sintesis menjadikan XP 8900 hadir sebagai ponsel yang lebih elegan. Ditambah dengan tampilan desain Qwerty keypad yang dihadirkan begitu nyaman dan sangat mudah digunakan  apalagi dilengkapi dengan trackball navigaton yang menjadikan ponsel ini begitu berkelas.

Biasanya resolusi kamera pada ponsel Qwerty local pada umumnya masih menggunakan kamera dngan resolusi VGA,  namun berbeda dengan XP 8900. Pada ponsel ini telah disematkan kamera dengan resolusi 2 megapixel ( real resolution). Sehingga Anda tidak perlu khawatir untuk mengabadikan moment terpenting dalam hidup Anda

Dengan java multitasking, Anda mengakses aplikasi java dan fitur lain secara bersamaan. Misalnya Anda dapat chatting sambil browsing atau meng-update Facebook.

Dengan dilengkapi fitur java Multitasking membuat ponsel ini lebih mengasyikkan, misalnya saja untuk online terus di aplikasi chatting, selagi Anda menelpon, atau kembali ke menu home screen tanpa menutupnya

Selain itu XP 8900 dilengkapi dengan fitur-fitur yang membuat Anda makin update dengan jaringanmu. Fitur shortcut Facebook dan twitter membuat Anda dapat langsung mengakses ke situs Facebook ataupun twitter sehingga pengguna makin update dengan jaringannya.

Tidak hanya Facebook, XP 8900 juga dilengkapi dengan aplikasi E buddy, Opera Mini, Yahoo Messenger Tiny, Shortcut to Facebook sehingga Anda dapat langsung chatting dengan jaringannya lewat Yahoo, MSN, GTALK, Facebook, ICQ, MYSPACE, AIM

Untuk kenyamanan, XP 8900 juga dilangkapi support aplikasi Java dan Support Wifi, dimana dengan didukung Wifi maka Anda dapat browsing dan chatting sepuasnya secara gratis

Sarana multimedia XP 8900 di dukung dengan berbagai fitur hiburan antara lain MP3 player untuk memutar file musik dengan format MP3, MIDI, WAV, FM Radio dan Recoder untuk mendengarkan dan bisa juga untuk merekam siaran station radio kesayangan Anda, Video Player dan Recorder untuk memutar video dalam format 3GP/MP4/AVI dan merekan momen kenangan indah Anda dalam format 3GP. Sedangkan kapasitas memori XP 8900, didukung dengan kapasitas memori eksternal 2 GB yang disediakan dalam paket pembelian

XP Mobile adalah merek  ponsel yang dikeluarkan PT. Selular Piramid Telekom. XP Mobile memiliki jaringan XP network service yang terdapat diseluruh Indonesia dengan menggandeng Astechind. Adapun jaringan XP MOBILE service kami terdapat di seluruh Indonesia yaitu : Jakarta, Bandung, Cirebon, Malang, Denpasar, Balikpapan, Medan, Surabaya, Yogyakarta,Solo, samarinda, Banjarmasin, Palembang, Purwakarta, Pekanbaru, dan Semarang.

15 February 2010 Posted by | Elektronik, Handphone, Lintas Informasi | , , , , , , , | 9 Comments

Cara Verifikasi Paypal Dengan Rekening Bank Indonesia

Paypal adalah sebuah layanan penyimpanan dan transfer uang di internet yang hampir mirip dengan bank pada umumnya. Sebelum ini agar akun Paypal Anda terverifikasi maka membutuhkan kartu kredit. Namun di awal tahun ini Paypal membuka kesempatan untuk verifikasi dengan rekening bank/rekening tabungan biasa. Tujuan verifikasi adalah agar Anda dapat mengirim, menerima tanpa batasan serta dapat juga untuk mencairkan dollar yang tersimpan.

Caranya seperti dibawah ini…

  1. Silakan masuk ke akun paypal Anda.
  2. Klik Get Verified dibawah nama akun Anda.
  3. Klik Link My Bank Account
  4. Isi data yang tersedia, pastikan nama Anda sama dengan nama di rekening. Apabila berbeda maka saat pencairan akan terkena potongan Rp.50.000,-
  5. Bank Code adalah 7 digit identitas bank. Klik What’s This disamping kanan isian tersebut untuk mengetahui kode bank Anda.
  6. Setelah selesai klik Continue dan dihalaman selanjutnya Add Bank Account.
  7. Tahap berikutnya adalah menunggu 2 kiriman uang dari Paypal ke rekening bank Anda sebagai konfirmasi bahwa Anda pemilik rekening tersebut. Biasanya hanya sekitar Rp1- Rp100. Lama pengiriman adalah 1-3 hari kerja.
  8. Setelah 2 kiriman tersebut masuk ke rekening bank Anda, silakan catat berapa jumlahnya, kemudian silakan masuk kembali ke akun Paypal Anda. Klik Get Verified dan masukkan kedua jumlah uang tersebut.

Kurang lebih caranya seperti itu. Saya mencoba dengan menggunakan Bank Mandiri dan bisa berhasil terverifikasi. Untuk mencairkan dollar di Paypal ada ketentuan sebagai berikut:

  • Pencairan Rp. 1,5 juta keatas tidak ada potongan biaya.
  • Dibawah Rp. 1,5 juta dollar yang dicairkan dipotong Rp.16.000,-.
  • Jika nama akun di Paypal dan di rekening berbeda maka akan terkena potongan Rp.50.000,-.

Tampaknya Paypal berusaha untuk penetrasi ke Asia Tenggara. Setelah sebelumnya membuat program WishList. Kemudian membuat kemudahan untuk verifikasi Paypal dengan  rekening bank di Indonesia.

Semoga Bermanfaat

4 February 2010 Posted by | Cuap-Cuap, Elektronik, Komputer, Lintas Informasi | , , , | 2 Comments

China IT in 2010

Sepertinya tahun 2010 ini Pemerintahan China yakin  bahwa harus ada perubahan yang berarti, meskipun harus melalui tahap ‘kontroversial’ ataupun kecaman dari berbagai pihak.

Tekad pemerintah China untuk memberlakukan sensor pornografi dan  gambar atau artikel yang berisi menyudutkan pemerintahan saat ini masih terus berlangsung sengit. Seperti yang dikutip dari FOXNews, Google harus mengikuti hukum yang berlaku di China, dan menolak komplain yang diberikan oleh google tentang sistem sensor yang akan digunakan China. Bahkan pemerintah China secara tegas mengatakan ini tidak ada kompromi untuk menerima tawaran Google. Akhirnya kemungkinan besar Google akan memberhentikan situs raksasanya di china, Google.cn.

Beberapa waktu lalu juga terjadi serangan cyber oleh Hacker China untuk menggangu  perusahaan-perusahaan besar di Amerika, cara ini mungkin saja dilakukan untuk menunjukan kepada masyarakat umum bahwa China memiliki ‘kekuatan’. Yahoo pun  akhirnya mendukung Google mengecam tindakan Hacker China, namun pemerintah China tetap saja secara tegas menyatakan bahwa tindakan itu karena kegagalan sistem. Oleh karena itu perlu dibuat suatu sistem keamanan yang dapat memfilter jalur informasi yang melewatinya. Salah satu website perdagangan terbesar di dunia yang dimiliki oleh China yaitu Alibaba group, ikut merasakan dampaknya ketika 40 persen sahamnya, yang dimiliki oleh Yahoo, akan dijual karena Yahoo mendukung Google untuk melawan China.

Data perusahaan merupakan data privacy, yang tentu saja tidak boleh diambil oleh pihak lain. Sebenarnya  teknologi security SSL (Secure Socket Layer) sudah dapat menghindari gangguan dari penyadapan, secara kriptologi sudah aman mengatur jalur antara client-server yang terauthentikasi. SSL dikembangkan oleh netscape pada tahun  1996, SSL versi 3.0. SSL digunakan untuk mengacak-acak kode transfer dengan cara enkripsi code, sehingga tidak akan terbaca seperti kode biasa. Sebenarnya perusahaan-perusahaan besar di Amerika yang diserang oleh Hacker China sudah menggunakan teknologi SSL ini dalam transfernya, mungkin ada satu layer yang dapat dikuasai oleh Hacker China sehingga dapat leluasa mencari mesin enkripsi kodenya. Hal ini tentu saja membingungkan semua pihak, apakah Hacker tersebut didukung oleh pemerintahan China. Kalau saja iya, berarti China sedang ‘Pamer kekuatan’, mungkin saja memiliki tujuan khusus.

ISOC (Internet Society International) yaitu organisasi internasional yang memberikan dukungan dan kerjasama dibidang internet, baik akses, tata cara maupun prinsip. ISOC sendiri terdiri dari 17.000 anggota individual dan 130 organisasi dari seluruh dunia (sumber wikipedia). Prinsip ISOC adalah memanfaatkan perkembangan internet tanpa adanya media penyensoran/media pengendali yang berlebihan oleh pemerintah setempat baik infrastruktur maupun perangkat lunak lainnya, sehingga perkembangan media informasi di internet tersharing dengan terbuka, namun tetap diperbolehkan menggunakan enkripsi dalam transfer informasinya. Pengaturan isi menjadi tanggung jawab penyedia, tidak boleh ada deskriminasi SARA. Sebenarnya ISOC sendiri berupaya untuk mengembangkan content-content internet yang bermutu, sehingga tidak mungkin situs porno masuk dalam materi pelayanannya. Karena prinsip ISOC yang bertolak belakang dengan China saat ini, maka banyak member ISOC dari China yang juga merasa bingung terhadap kebijakan pemerintahnya.

Kebijakan pemerintah China untuk membuat media kendali sensor di infrastruktur internetnya menurut banyak kalangan justru akan mempersempit wawasan  masyarakat China atas perkembangan yang ada, karena ada kemungkinan bukan situs porno saja yang akan di sensor tetapi semua content yang merugikan pemerintahan akan di tolak, hal yang demikianlah yang dianggap tidak baik oleh banyak kalangan. Kalaupun untuk mensensor situs porno, ada berbagai cara yang bisa dilakukan seperti Yahoo search engine, dalam hasil pencariannya akan diberikan informasi bahwa situs ini mengandung informasi dewasa, dan hanya untuk 17 tahun ke atas. Cara lain untuk menolak situs porno bisa dilakukan dengan menolak secara otomatis IP addres yang dimiliki oleh situs-situs porno tersebut, tetapi tidak harus dengan membuat sistem infrastruktur baru yang dianggap terlalu berlebihan apalagi dengan perangkat kerasnya. Mungkin saja China sedang mengembangkan search engine baru seperti Google, sehingga dapat bersaing dengan Google ataupun Yahoo.

ACFTA atau perjanjian perdagangan bebas ASEAN dengan China merupakan strategi yang di tawarkan China untuk mengembangkan marketshare atas produk-produknya,  cara ini merupakan marketing yang luar biasa berhasil sehingga banyak negara-negara ASEAN bergabung untuk ikut perdagangan bebas China tersebut. Taktik ini telah disetujui oleh banyak negara, dan tentunya China sudah memiliki ‘blueprint’ terhadap strategi ke depannya. Satu sisi outcome telah berhasil di adakan kerjasama di tingkat ASEAN, kebijakan yang tegas di dalam pemerintahannya, menutup kemungkinan adanya informasi yang mengganggu strategi pemerintahan, sehingga income dapat terus semakin banyak, perkembangan perekonomian semakin baik dan perindustrian semakin unggul. Semangat kerjasama dan kekompakan  di negeri China perlu kita contoh, hasil nyata sudah bisa kita lihat di sejumlah pasar, produk-produk China mulai mengisi outlet-outlet penjualan.

SWOT (Strength, Weakness, Oppourtunity, and Threats) analisis perekonomian di China boleh dibilang cukup teliti dan  mempunyai strategi yang mantap. Tim perencana, promosi dan pelaksana sepertinya kompak dalam melakasanakan strategi yang telah dibuat. Sayangnya Pemerintahan Indonesia belum membentuk strategi khusus untuk menghadapi hal tersebut. Sebaiknya dibuat strategi khusus yang berkelanjutan jangka panjang untuk mengembangkan sektor industri, jangan sampai gara-gara ACFTA banyak industri lokal yang tutup sehingga terjadi gejolak PHK dimana-mana, dan akhirnya meruntuhkan sektor ekonomi di internal Indonesia.

Ahli-ahli IT dan Ahli perekonomian di Indonesia banyak yang bisa membantu pemerintahan jikalau pemerintahan juga secara tegas akan membangun suatu sistem pengembangan sektor industri. Sektor industri sangat berkaitan dengan sektor IT, perkembangan sektor industri perlu didukung oleh infrastruktur IT yang baik juga, pemerintahan saat ini belum mengarah ke sana, namun semoga saja segera bisa membentuk tim pengembangan ke arah tersebut. Pemuda-pemudi Indonesia siap membantu untuk mengembangkan sektor industri jangka panjang. Secara kualitas pendidikan tidak kalah, tinggal perlu adanya dukungan pemerintah sehingga terjadi kekompakan antara pemerintah dengan masyarakat untuk sepakat mengembangkan ke arah yang jauh lebih baik.

Tidak hanya sektor industri, sebenarnya IT di Indonesia bisa untuk mengembangkan Budaya Indonesia dan pariwisata. Tahun 2010 ini merupakan kesempatan yang baik untuk memulainya, karena tidak ada kata terlambat untuk berubah lebih baik.

Sumber dan Penulis : Richie Magnahati, ST
Direktur Internet Security Exmacomtech

richiemagnahati@gmail.com

4 February 2010 Posted by | Cuap-Cuap, Elektronik, Komputer, Lintas Informasi | , , , | Leave a comment

CARA LAIN: Install Windows XP dari USB

Buat yang mau install Windows XP di komputer yang gak ada drive CDnya, ada cara alternatif nih!

Cara ini saya dapet dari eeeguides.com.

Apa saja yang dibutuhkan?? Ini dia:

USB_PREP8, link lain

PeToUSB

Bootsect.exe

CD Windows XP

Komputer yang ada CD drivenya dan pake OS Windows XP atau Vista.

Setelah download semua kebutuhan di atas, berikut langkah-langkahnya:

1. Ekstrak Bootsect.exe, USB_prep8 sama PeToUSB.

2. Copy-Paste PeToUSB.exe ke folder USB_prep8.

3. Doble klik usb_prep8.cmd yang ada di dalam folder USB_prep8, nanti muncul command prompt kyk gini:

usbprep1.jpg

4. Klik sembarang tombol, nanti akan muncul window kyk gini:

petousb.jpg

5. Klik start. PENTING: Setelah proses format selesai, jangan tutup windownya! Biarin aja jangan dikutak-kutik.^^

6. Buka command prompt(start->all programs->accecories->command prompt atau start->run…->ketik cmd di box)

7. Arahkan command prompt ke direktori dimana bootsect.exe di ekstrak tadi pakai command:

“cd direktori_tempat_bootsect.exe”

contoh: “cd desktop\new folder”

8. Ketik “bootsect.exe /nt52 I:”. I adalah drive USB(ganti sesuai keadaan drive di komputer).

Kalau sukses nanti keluar kalimat “Bootcode was successfully updated on all targeted volumes.”

9. Tutup command prompt yang ini (jangan yang usbprep8). Tutup juga window petousb, nanti akan muncul window sbb:

usbprep2.jpg

10. Jangan tekan enter dulu di sini(iseng amat!^^)

Tekan 1 lalu enter. Window akan muncul, browse ke drive tempat cd XP.

Tekan 2 lalu enter. Masukkan huruf yang belum terpakai untuk nama drive di komputer(biasanya c,d,e,f sudah terpakai)

Tekan 3 lalu enter. Masukkan huruf tempat drive USB.

Tekan 4 lalu enter. Proses menyalin data ke drive USB akan dimulai .

11. Akan ada pertanyaan tentang memformat drive T. Ketik y lalu enter.

12. Setelah formatting selesai, tekan enter untuk lanjut.

13. Tekan enter lagi untuk lanjut.

14. Akan muncul box pop up, klik yes.

15. Klik yes lagi di pop up yang muncul.

16. Klik yes lagi untuk melakukan unmount virtual drive.

Oke! Proses selesai. USB sudah bisa dipakai untuk melakukan instalasi Windows XP.

Jangan lupa setup boot manager di BIOS untuk boot dari USB.

Terus pas instalasi, pilih nomer 2 dulu untuk text mode setup. Proses akan lanjut seperti instalasi XP biasa.

Setelah selesai pilih pilihan nomer 1 untuk melanjutkan instalasi Windows XP.

Jangan cabut usb sampai instalasi selesai. Setelah Windows selesai diinstal, cabut USB(safely removed dulu yaaah)

30 January 2010 Posted by | Cuap-Cuap, Elektronik, Komputer, Lintas Informasi | , , , , , , , , , | 5 Comments

Tips Pintar Memilih Harddisk External (Portabel)

hd external Tips Pintar Memilih Harddisk External (Portabel)Jika Anda seperti kebanyakan orang, Anda pasti pernah mengalami hal yang satu ini. Merasakan kapasitas simpan pada harddisk yang dipasang di dalam komputer menciut dengan cepat. Maksudnya, dengan cepat Anda kekurangan kapasitas simpan.
Ini sebenarnya tidak mengherankan, mengingat file-file video dari YouTube, koleksi foto hasil jepretan kamera digital yang kian tinggi resolusinya, plus aplikasi-aplikasi menarik yang sering Anda unduh, sunting, dan pakai, terus saja bertambah, sementara kapasitas harddisk tidak Anda tambah.

Kalau sudah begini, solusi yang paling praktis adalah dengan menambahkan sebuah harddisk portabel, alias eksternal. Mengapa kami sebut praktis? Sebab tidak perlu repot-repot buka casing dan menghubungkan kabel harddisk ke motherboard.

Praktis, Ringkas

Tinggal koneksikan saja harddisk portabel ke port USB/FireWire komputer via kabel yang disediakan, dan Anda sudah mendapat tambahan kapasitas, yang mungkin saja lebih besar dibandingkan harddisk yang bercokol dalam komputer Anda. Juga tidak perlu pasang power supply tambahan. Mudah dan cepat bukan?

Harddisk portabel, sesuai namanya, tentu mudah dibawa-bawa, termasuk dimasukkan dalam saku celana, karena bentuknya yang ringkas, kompak. Biasanya, harddisk portabel datang disertai dengan software backup. Memang fungsi harddisk portabel – tadinya – adalah sebagai media backup. Karena itu, harddisk portabel juga berfungsi sebagai pemulih (restorer) data dan file jika file ‘asli’ terkorupsi, karena virus misalnya.

Apa yang Perlu Diperhatikan?
Di pasar saat ini ada banyak sekali pilihan merek harddisk portabel, antara lain A-Data, Buffalo, Iomega, Imation, LaCie, Maxtor, Qnap, Samsung, Seagate, Toshiba, Transcend, dan Western Digital. Fisik harddisk portabel masa kini cantik, mungil, dengan kapasitas yang kian besar. Ada yang mengemaskan harddisk 1,8”, ada yang 2,5”, juga 3,5”. Tinggal pilih mana yang dibutuhkan.

Nah, agar Anda tidak terlalu repot memikirkan apa saja yang harus dipertimbangkan saat membeli harddisk portabel, berikut kami berikan sedikit panduan. Perhatikan hal-hal di bawah ini saat berbelanja harddisk portabel.

1. Kapasitas (kapasitas simpan file maksimal)
Kapasitas simpan harddisk portabel bervariasi, dimulai dari 40GB sampai 500GB. Namun kini juga sudah muncul harddisk portabel yang daya tampungnya mencapai 1,5TB (terabyte). Jika Anda banyak bekerja dengan file video dan grafis, kami sarankan untuk memilih harddisk portabel dengan kapasitas terbesar yang bisa Anda beli.

Selain ditujukan sebagai suplemen harddisk di komputer desktop, kebanyakan harddisk portabel kini justru membidik pasar pengguna notebook dan netbook (mini notebook). Harddisk portabel yang ditujukan pada notebook/mini notebook hadir dalam dua ukuran: 2,5” dan 1,8”. Namun Anda juga tidak dilarang memilih yang berukuran 3,5”, kendati yang satu ini lazimnya ditujukan pada PC desktop. Tentu kenyamanan membawa-bawanya akan berbeda. Selain itu, harga harddisk portabel 1,8” pasti lebih mahal dibandingkan yang 2,5”, kendati keduanya berkapasitas tepat sama.

2. Kecepatan putar drive
Kecepatan putar disk sebagian ditentukan oleh kecepatan laju data, dan dinyatakan dalam rpm (rotation per minute). Umumnya harddisk portabel berputar pada kecepatan 5400rpm.

3. Besar buffer atau cache
Besarnya buffer mewakili jumlah memori yang di-cache, atau disimpan yang bisa ditangani oleh sebuah drive ketika menanti permintaan (request) berikutnya dari sistem. Besarnya buffer berkisar dari 2MB – 16MB. Semakin besar ukuran buffer, semakin banyak data yang bisa disimpan dan semakin cepat pengantaran datanya. Namun semakin besar ukuran buffer yang dikemaskan sebuah harddisk portabel, akan semakin mahal pula harga harddisk portabel tersebut.

4. Fitur Recovery

Pilihlah harddisk portabel yang dilengkapi dengan fitur backup and recovery. Fitur ini berguna di saat file-file Anda mengalami kerusakan atau korupsi data akibat hilangnya asupan listrik secara tiba-tiba, atau pun akibat serangan virus. Melalui fitur recovery, Anda akan bisa memulihkan data yang hilang/rusak.

5. Kemampuan PnP (plug and play)
Tancapkan kabelnya dan harddisk portabel langsung bisa dipakai tanpa perlu instalasi driver atau software apa pun, begitu maksud PnP. Kemampuan PnP khususnya diperlukan jika Anda bermaksud menggunakan satu harddisk portabel di beberapa komputer – PC di kantor, netbook di luar kantor, atau notebook di rumah. (kompas)

29 January 2010 Posted by | Elektronik, Komputer, Lintas Informasi | , , , | 3 Comments

Kingston Luncurkan DataTraveler 5000

JAKARTA – Kingston Digital meluncurankan USB Flash Drive DataTraveler 5000. Produk ini adalah FIPS 140-2 Level 2 disertifikasi dengan Level 3, dan berfiturkan enkripsi berbasis hardware 256-bit AES.

Unit ini menggunakan mode sandi XTS dan juga menggunakan elliptic curve cryptography (ECC) algoritma untuk digunakan dalam standard teruji Suite B oleh pemerintahan Amerika.

“DataTraveler 5000 memberikan perlindungan keamanan tingkat tinggi dan enkripsi untuk pemerintahan dan pengguna enterprise,” ujar Nathan Su, Direktur Sales Flash Memori Kingston, wilayah APAC, seperti yang dilansir melalui keterangan resminya, Jumat (29/1/2010).

“Solusi data portable ini mewakili proteksi data dengan nilai seni tinggi yang juga memberikan kenyamanan bagi penggunanya karena mempunyai sistem plug and playm,” tambahnya.

DataTraveler 5000 dilengkapi keamanan terdaftar dari teknologi SPYRUS yang mendukung basis hardware 256-bit AES-XTS dan Suite B cryptography, termasuk ECC. Algoritma Suite B dipilih secara khusus dan terbukti oleh pemerintah Amerika dan Departemen Pertahanan untuk digunakan dalam pembagian data dalam lingkungan multi nasional termasuk kedua aplikasi klasifikasi dan tidak klasifikasi. Mode XTS-AES adalah mode sandi untuk enkripsi yang jauh lebih  kuat daripada CBC, ECB dan mode lainnya.

Sertifikasi FIPS 140-2 membutuhkan proses validasi yang memenuhi paket kriteria pemerintahan dari National Institute of Standards and Technology (NIST).  Ini sangat penting karena agensi pemerintahan di Amerika Serikat memiliki banyak data yang sensitif yang harus di enkripsi dengan standard FIPS 140-2.

Level 2 memiliki arti bahwa DataTraveler 5000 memiliki konstruksi merusakkan yang jelas yang berfungsi untuk memberikan peringatan kepada semua penggunanya jika drive yang mereka gunakan telah dirusak.

Ini juga merupakan suatu power-on self test yang melakukan verifikasi mekanisme enkripsi berjalan dengan baik ketika drive dicolokkan pada sebuah port USB. Drive tersebut diharapkan menerima sertifikasi FIPS 140-2 Level 3 secepatnya.

DataTraveler 5000 tersedia dalam kapasitas 2-, 4-, 8- dan 16GB. Ini juga tersedia dengan aplikasi onboard Malware scanning via program extensive customization Kingston.

29 January 2010 Posted by | Elektronik, Komputer, Lintas Informasi | , , , | Leave a comment

A-DATA SH93 Rugged Portable Hard Drive

While commonly overlooked, regular backups is one of the most sensible tasks one should perform when it comes to personal computing. Without the help of a secondary storage device or some sort of remote backup strategy, chances of recovering data should your computer’s hard drive completely die overnight would be bleak at best.But users don’t just have to worry about hardware failures. There are a range of other unforeseeable problems that could arise when least expected such as theft or even fire.

Depending on what your profession or hobby is you may only need to backup a small amount of data, or quite the opposite, and have huge storage requirements. The first group can easily get away with using flash memory drives these days. However, if you are looking at storing hundreds of gigabytes of data then an alternate solution will be required.

One of the most typical and convenient options is having an external hard drive. Not only are these affordable and easy to use, but once data has been backed up, you can take it with you or store it at a safe location. You could go with a 3.5″ form factor drive for the lowest possible price, though when portability is preferred, 2.5″ drives are the way to go.

These are considerably smaller, lighter and do not require an external power source — making them more practical. They are not much more expensive than 3.5″ drives, either. For instance, you can buy a 2.5″ portable hard drive with a 500GB of storage capacity for as little as $90, whereas the cheapest we have come across for a similar capacity 3.5″ model is $70.

Reliability and durability should also be taken into account. Portable hard drives are just an accidental drop away from irrecoverable loss, so spending a bit more to ensure data safety is a no-brainer for someone as ham-fisted as myself. Depending on the use you intend to give this drive you might want to consider that as well.

We have seen flash-based thumb drives from the likes of OCZ and Corsair survive large drops, being submerged or even frozen if the occasion presents itself. However, creating a portable hard drive this robust presents a few more challenges, as it will not only be heavier but also more fragile because of its internal moving parts.

A-DATA has taken it upon themselves to deliver such a product with their new SH93 line, bringing the industry’s first waterproof and shock resistant portable hard drive. The SH93 was designed for road warriors who need to take their storage with them on the harshest of environments. Let’s take a closer look…

A-DATA SH93 Features & Design

The A-DATA SH93 is only slightly more expensive than your typical portable 2.5″ drive, priced at around $110 for the 500GB version. Other than that, there’s not much typical about this drive. It is designed to be rugged and durable, with A-DATA aiming at students, people constantly on the move and “sports enthusiasts.”Besides the model we tested today the SH93 also comes in 320GB and 640GB capacities, priced at around $80 and $150 respectively, and your choice between bright yellow and red colors.

The SH93 incorporates a rubber-plastic mix for its housing which acts as a cushion protection against bumps and falls. It fully meets the “MIL-STD-810F 516.5 procedure IV” military standard for transit drop tests, allowing the drive to endure 1.2 m (4 ft) falls onto a hard surface. If you were to drop the SH93 while carrying it or knock it from a desk, this is about how far the unit would fall, so it’s a fair test to certify the drive with.

Its casing also acts as a water proof skin protecting the 2.5″ hard drive inside from water damage. A-DATA claims that the SH93 is completely waterproof, according to IEC 529 IPX7 standards, in up to one meter deep for up to 30 minutes, which should give you more than enough time to fish it out of a pond. It is worth mentioning that the drive itself does not float so don’t go dropping it in the deep end.

We wouldn’t just take A-DATA’s claims without first playing rough with the drive for a few days. Apart from knocking it off the desk around a dozen times, I wanted to see how the SH93 handled rough concrete and gravel. Surprisingly, the rubber took this punishment very well without so much as a scratch. Of course, throwing the SH93 in dusty gravel a few times did make it quite dirty, though its waterproof feature came in handy here.

To clean the drive we simply ran it under the tap and had it looking like new again. Given that the SH93 is waterproof, we then submerged it into the kitchen sink for half an hour, plugged it back in and found our data was still intact as advertised. Upon closer inspection we found no evidence of any leaks when dismantling the SH93. So long as the USB port lid is closed, you’ll get away with exposing this portable drive to water.

Other than the rubbery outer shell there is another unusual design aspect of the SH93 that A-DATA hopes will help make this product a little more desirable. Instead of requiring users to separately carry around a USB cable, the SH93 includes a 30cm long USB cable that wraps around the body of the drive.

This is a great idea, although reattaching the cable to the outside of the housing after every use was quite annoying. The cable is not easily tucked away and the whole process is a little clumsy and awkward. That said, we see no obvious solution to the problem so users will just have to be patient when packing up their SH93.

Rounding out the exterior features is a bright blue LED that signals activity when the drive is in use. As for its internals, the 500GB SH93 model we are testing today uses a 2.5″ Fujitsu MJA2500BH hard disk drive sporting 8MB of cache and spinning at 5400RPM.
Test System & Transfer Performance
Core i7 Test System Specs
– Intel Core i7 965 Extreme Edition (Overclocked @ 3.70GHz)
– x3 2GB G.Skill DDR3 PC3-12800 (CAS 9-9-9-24)
– Asus P6T Deluxe (Intel X58)
– OCZ GameXStream (700 watt)
– Seagate 500GB 7200-RPM (Serial ATA300)
– HIS Radeon HD 5850 (1GB)
Software
– Microsoft Windows 7 Ultimate (64-bit)
– ATI Catalyst 9.10

Given that the A-DATA SH93 is limited to the USB 2.0 bus, transfer speeds maxed out at a little over 30MB/s when copying data. With a download speed of 33MB/s and an upload speed of 27.7MB/s, the SH93 performs like a high-speed USB 2.0 device matching the 2.5″ Samsung portable drive and the OCZ Throttle. Of course, the latter had the advantage of being able to use an eSATA interface which greatly improved its performance.

Benchmarks: CrystalDiskMark

The A-DATA SH93 performed as expected in CrystalDiskMark. Its sequential and random performance was virtually identical to that of the OCZ Throttle and only slightly superior compared to the Samsung Spinpoint M80. When it came to the Random 512KB test, OCZ’s drive came noticeably on top for read speeds among all tested USB 2.0 drives, while A-DATA’s SH93 handled writes a little faster than OCZ and Samsung’s drives.

There were no surprises in the Random 4KB test, either. The A-DATA SH93 performed as is expected from any hard drive connected to the USB 2.0 bus, while the OCZ Throttle did significantly better in this test due to its use of flash memory.
Benchmarks: PCmark Vantage, SiSoftware 2009

A-DATA’s portable drive performed considerably better than the Samsung Spinpoint M80 in the first set of PCmark Vantage results. Although it was also slower than the OCZ Throttle in both the Windows Defender and Windows Vista Startup tests, the margins were not nearly as great as those faced by the Spinpoint M80.

Conversely in the second batch of results, which included Gaming and Video Editing tests, we saw the SH93 and Spinpoint M80 deliver very similar results while OCZ’s drive was significantly faster overall.

Finally, we ran the A-DATA SH93 through SiSoftware Sandra 2009 using the physical disks benchmark. The results are not all that surprising as all three USB 2.0 devices delivered very similar performance.

Final Thoughts

Over the years the portable hard drive market has become increasingly competitive and somewhat overcrowded. A quick search at Newegg.com reveals around 50 portable 500GB hard drives based on the 2.5″ form factor, with half of them priced at around $100 or less, and just a handful featuring rugged designs.The A-DATA SH93 is an eye catching product that delivers on all fronts. Its build quality is first-class and the durability it offers far exceeds that of the majority of 2.5″ portable drives, which often feature flimsy plastic bodies that are easily damaged.

The SH93 features a 500GB Fujitsu MJA2500BH hard drive, available online for around $90. This means A-DATA is only charging an extra $20 for their rugged housing — not a bad deal considering a cheap housing will cost you $10 anyway, and going for a quality enclosure separately could set you back significantly more. Two other rugged drives we could find on offer – the LACIE Rugged 500GB and the iomega eGo BlackBelt 500GB – were priced closely to the A-DATA SH93 however.

In terms of performance, the SH93 was more than capable of topping out the USB 2.0 bus, so anything more substantial than its Fujitsu innards would’ve been a waste. Another could have been the story if the SH93 provided eSATA support for added performance and greater flexibility. With powered eSATA ports becoming a more common sight, this could have given A-DATA’s portable drive the necessary edge against its competitors, though we imagine the more ubiquitous USB connectivity gets them the broadest consumer reach.

Due to the use of thick rubber to protect the enclosure and the drive within, the A-DATA SH93 is bulky compared to your average portable 2.5″ drive. It will still fit in your pocket though, so it’s not deal breaker either.

Although it was added for convenience, we were rather annoyed with the SH93’s wrap-around USB cable. In theory it makes perfect sense to have the cable integrated to the device, but the finished product ended up being a little too clumsy. Removing this cable for use was not a problem, but reattaching it to the enclosure was more often than not a nuisance.

Overall we were impressed with the durability of the SH93, providing a level of toughness unmatched by the majority of portable hard drives. A-DATA has also kept the drive at a very competitive price point of $110 for the 500GB version. If you are seeking for a compact and capacious storage device that can survive knock, bumps and even submersions, then the A-DATA SH93 is the product for you

29 January 2010 Posted by | Elektronik, Komputer, Lintas Informasi | , , , , , , | Leave a comment

Samsung S1 Mini 1.8in external hard drive

Samsung S1 MiniSamsung’s S1 Mini: not much larger than this picture

The top of the S1 is all ultra-glossy black and smooth, but with a dotted texture under a clear plastic cover so it’s not your average piano-black peripheral, despite Samsung quoting “piano black” as one of the drive’s three colour choices. The activity light is a needle thin slash of bright blue LED, up at the top of the face.

The back of the drive is matte black plastic with a contoured “leather-look” texture that looks like it was taken off a 1980s car dashboard but makes for an interesting contrast with the shiny upper half.

Samsung S1 MiniTextured design

Still, we think the S1 looks rather snazzy, but what really matters is the size: the S1’s about the size of a packet of smokes – 87 x 62 x 15.5mm, according to Reg Hardware‘s handy ruler – making it eminently pocketable and portable.

Within the shiny casing sits a 1.8in hard drive of 120GB unformatted capacity. It connects up to a host computer by USB 2.0, which provides power as well as the data link. Samsung bundles two cables with the S1, both with a regular USB connector at one end and a mini USB jack at the other. One is 50cm long, but the other has a mere 4cm of cord between the plugs, ideal for a laptop link.

Samsung S1 MiniMuch smaller than a WD MyBook

Samsung has pre-formatted the S1 Mini using the FAT32 file-system for cross-platform compatibility, but you’re clearly free to reformat the drive to NTFS, HFS+ or EXT3, depending on the operating system you favour.

25 January 2010 Posted by | Elektronik, Komputer | , , , , , | Leave a comment

Elevo Cocoon Mantis A10116, Sertakan Dongle Bluetooth

Nama produk ini mengingatkan kita pada sebuah merek yang telah populer. Sebenarnya netbook yang satu ini merupakan produk lokal yang didesain di Singapura dan mulai diperkenalkan saat pameran Mega Bazaar lalu. Karena merupakan barang yang benar-benar baru, baik dari sisi produk maupun merek, Elevo seri Cocoon Mantis membutuhkan sesuatu yang bisa membuat konsumen terpikat. Faktor desain pun diperkuat agar Mantis tampil beda di antara para kompetitornya. Sebagus apakah itu?

Menilik fisiknya, netbook Mantis tampil sedikit berbeda dengan sudut sisi depan yang melancip sehingga memudahkan pengguna saat membuka cover-nya. Cover-nya yang didesain hitam metalik memang cukup menarik.

Daya tariknya ditambah lagi dengan logo produk yang terpampang pada bodinya menggunakan sistem ILM (in-line moulding), bukan menggunakan sistem sablon seperti netbook OEM umumnya. Engsel pembuka cover sendiri juga terlihat kuat agar strukturnya bisa dibuka-tutup berkali-kali.

Sebagai netbook berprosesor Intel Atom dan berlayar 10,1”, mungkin spesifikasi Mantis ini tidak banyak berbeda dengan netbook lainnya. Karena itulah, vendor menambahkan beberapa fitur agar Mantis terlihat lebih lengkap. Salah satunya dengan menghadirkan pilihan besaran RAM pada kartu grafis (VGA share – 64/128/224MB) sesuai kebutuhan.

Fungsi Bluetooth juga dimunculkan meski dalam bentuk dongle mini (USB) tambahan. Kedua fasilitas ini agaknya membuat Mantis tampil lebih atraktif. Bahkan, pilihan dengan modem 3G pun sudah disiapkan.

Pengguna yang terbiasa memakai notebook, boleh jadi akan menyukai segi ergonomis Mantis. Tombol keyboard besar yang dipadu dengan touchpad lebar memang nyaman untuk jari tangan meskipun tombol keyboard-nya tergolong keras. Selain harga jual, faktor kenyamanan jelas menjadi pertimbangan kuat konsumen memilih netbook yang rata-rata memiliki spesifikasi yang serupa.

Mantis sendiri dilengkapi memori 1GB, harddisk 160 GB, serta ditenagai sistem operasi Linux. Produk ini bisa dimiliki pengguna dengan harga sekitar Rp4,9 juta. Harga ini menurut kami belum kompetitif dibandingkan pesaing lokal lainnya.

***

Untuk mereka yang baru pertama kali memakai netbook, mungkin akan sulit membedakan tingkat kenyamanan netbook satu dan lainnya. Namun Mantis memiliki kelebihan dengan papan ketik yang besar. Sebagai bentuk layanan kepada konsumennya, Elevo menyediakan layanan QRU (Quick Response Unit) yang memungkinkan setiap pembeli Elevo menyampaikan masalah yang mereka hadapi dan mendapatkan tanggapan cepat dari pihak distributor. Kepedulian pada konsumen seperti ini setidaknya merupakan nilai tambah terhadap merek yang baru lahir.

Sumber: InfoKomputer

PLUS: Desain menarik; keyboard besar; bobot ringan; pilihan memori VGA; Bluetooth eksternal.

MINUS: Daya tahan baterai; tuts kurang nyaman.

SKOR PENILAIAN
(maksimal 5)
Kinerja : 4
Fasilitas : 4
Penggunaan : 4
Harga : 3,8
SKOR TOTAL : 4

Hasil Pengujian
Kinerja rata-rata netbook dengan prosesor Intel Atom N270 memang masih serupa, tidak ada perbedaan signifikan yang kami temui jika membandingkan Joybook Lite U101 dengan Cocoon Mantis A10116 yang memiliki spesifikasi serupa. Olah grafis chip 945/950 memang masih mengenaskan, namun pada netbook hal ini memang masih dimaklumi. Satu kekurangan penting muncul pada daya tahan baterai Mantis yang hanya 2200mAh, tergolong cukup singkat untuk memenuhi komputasi mobile

Pengujian
BenQ Joybook Lite U101 Elevo Cocoon Mantis A10116
Cinebench R10
17 menit 56 detik
18 menit 30 menit
Encoding video
57 menit 24 detik
57 menit 5 detik
Encoding audio
15 menit 55 detik
15 menit 47 detik
3DMark 2006
Daya tahan baterai
Memutar HD Video
1 jam 51 menit 58 detik
1 jam 46 menit 26 detik
Battery Eater
1 jam 50 menit 30 detik
1 jam 34 menit 47 detik
SPESIFIKASI ELEVO COCOON MANTIS A10116
Prosesor: Intel Atom N270 (1,6GHz, 512MB cache, FSB 533MHz)
RAM: 1GB, DDR2 533MHz
Chipset: Intel i945GME
Kartu Grafis: GMA 950 64-224MB
Harddisk: 160GB SATA
Optical drive: Tidak ada
Fasilitas: Wi-Fi b/g, LAN, card reader (4-in-1), USB (3), Webcam 1,3MP, VGA-out.
Layar: 10,1”, resolusi 1024×600 pixel
Kartu suara: Realtek HD audio
Sistem Operasi: Linux Ubuntu
Baterai: Li-ion 2200mAh
Dimensi: 26,6×18,6x(3,3-3,6) cm
Bobot: 1,24kg
Garansi: 1 tahun
Harga kisaran*: Rp 4.890.000

* Elevo Technologies Indonesia, (021) 623-11235

25 January 2010 Posted by | Elektronik, Komputer | , , , , , , , , | Leave a comment