Tips Membeli Mobil Bekas
Bagi anda yang suka membeli mobil bekas atau katakanlah mobil yang sudah dipakai orang lain, sebaiknya anda membaca tips berikut. Sebelum anda tentukan pilihan membeli mobil impian anda, tak salah membaca tips ini. Dalam postingan ini blog berita otomotif akan memberikan sedikit tips membeli mobil bekas. Tapi ingat, anda harus juga memperhatikan bagaimana menghemat BBM dan merawat mobil.Tips Membeli Mobil Bekas :
-
Periksa latar belakang mobil tersebut. Langkah ini memang tidak akan menjamin bahwa mobil tersebut layak untuk Anda dibeli. Tetapi, setidaknya, dengan melakukan itu Anda bisa mendapatkan sejumlah info penting. Seperti misalnya, ternyata mobil tersebut sudah pernah mengalami tabrakan yang parah atau odometernya sudah pernah diubah, dll.
-
Minta tolong rekan Anda yang lebih pandai dan mengerti dalam hal membeli mobil untuk membantu Anda memilih mobil bekas.
-
Jangan pernah membeli mobil bekas yang pernah mengalami tabrakan parah. Terutama tabrakan frontal. Itu jika Akan tidak ingin banyak masalah yang timbul belakangan, sebagai akibat dari tabrakan parah tersebut.
-
”Love at first sight”, mungkin kerap memengaruhi penilaian Anda dalam hidup. Tetapi, sebisa mungkin hindari perasaan itu ketika hendak membeli mobil bekas. Jangan langsung membeli mobil bekas saat Anda pertama kali melihatnya. Bersabarlah. Jika Anda benar-benar menginginkannya, cobalah dulu mobil tersebut. Biasanya, masalah akan terdeteksi ketika Anda mengetesnya.
-
Jangan lekas percaya dengan pernyataan pemilik, yang mengatakan bahwa mobilnya adalah tangan pertama dan hanya dipakai di jalan tol saja. Karena, siapa tahu, mobil itu adalah mobil bekas yang dibelinya dari perusahaan rental.
-
Jangan bertransaski jika jika Anda masih merasa bimbang. Ikuti intuisi Anda. Sekecil apa pun penilaian yang membuat Anda ragu terhadap performa mobil bekas yang diincar, maka turutilah. Misalnya, suara mesinnya terdengar agak berisik, transmisi kurang halus, agak berkarat, dan sebagainya, segeralah berpindah ke lain hati. Carilah mobil bekas lain yang dapat memuaskan Anda.
-
Jangan membeli mobil yang mana Anda harus melakukan “sedikit” perbaikan. Karena pada kenyataannya, ke depan, Anda harus melakukan perbaikan sana-sini tanpa henti-hentinya.
-
Jangan membeli mobil bekas yang pernah menjadi korban banjir. Air yang masuk ke dalam mesin dan kabin, dapat menyebakan elemen-elemen logam mobil tersebut berkarat, kerusakan pada perangkat elektronik, transmisi, dan sebagainya.
-
Jangan terlalu skeptis dan kasar terhadap penjual mobil. Tidak semua penjual mobil bekas yang ada di negeri ini curang. Yakinlah bahwa penjual mobil yang benar-benar jujur jauh lebih banyak.
-
Pegang teguh pendirian Anda, namun jangan kasar. Bersikaplah baik dan ramahlah kepada para penjual mobil, jika Anda ingin mereka membantu Anda. Mengutip lagu Seurieus, pedagang mobil bekas juga kan manusia.
Semoga tips ditas bisa membantu anda apabila ingin menentukan mobil impian anda. Tapi hal terpenting dalam anda memiliki mobil adalah utamakan Mobil Keluarga Ideal.
Sumber: otomotif.ndyteen.com
5 Hal yang Paling Ditakuti Remaja
Penulis buku parenting membagi risetnya tentang hal-hal yang membuat remaja stres.
Para orang tua mungkin heran mengapa anak tak bercerita tentang masalah yang dihadapinya. Biasanya, anak pada usia remaja merasa tak nyaman untuk membicarakan masalahnya dengan orang dewasa. Mereka merasa orang dewasa tak akan mengerti apa yang sedang mereka alami. Remaja juga takut kena marah, dikritik, atau bahkan dihukum gara-gara masalah yang tengah dialaminya.
Vanessa Van Petten, penulis buku parenting You’re Grounded! yang memiliki misi memperbaiki hubungan orangtua-anak ini membagi pengalamannya. Setiap kali Vanessa mewawancarai pelamar magang usia remaja, dia meminta mereka menjawab dua pertanyaan: Apa yang paling membuatmu khawatir? Bagian apa yang paling sulit dalam hidupmu?
Berikut adalah lima jawaban yang diperoleh Vanessa yang berguna bagi Anda, para orangtua, untuk memastikan anak remaja terhindar dan terlepas dari stres.
1. Interaksi Sosial
Para remaja seringkali butuh mengobrol dengan teman-temannya. Hal ini terkadang membuat mereka terobsesi pada hubungannya dengan teman, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Interaksi sosial, jalinan persahabatan dan pertemanan sangatlah penting bagi remaja. Mereka mencemaskan apakah mereka cukup populer, apa mereka cukup menarik dan menyenangkan, dan apa mereka menyinggung temannya.
Tip: Pastikan anak Anda memiliki teman dekat yang benar-benar dapat memberi dukungan dan interaksi, bukan hanya 1000 teman di Facebook yang tak ada wujud nyatanya. Beritahu dia perbedaan antara teman sekolah, teman di dunia maya, dan sahabat. Tambahkan bahwa ia sebaiknya memupuk pertemanan yang baik.
2. Sekolah
Walaupun para remaja stres tentang pekerjaan rumah, ujian, dan guru-guru di sekolah, bagian yang paling membuat stres adalah melakukan hal terbaik yang bisa ia lakukan, mengambil pelajaran yang tepat, dan mengembangkan kemampuan atau bakatnya.
Tip: Ajak anak untuk memperhatikan nilai akademisnya bersama-sama dengan Anda. Ia akan menjadi murid seperti apa? Berapa nilai minimal yang harus dicapainya untuk mewujudkan masa depan yang dia inginkan? Bantulah dia membuat tujuan dan batasan yang jelas, serta bimbinglah mengarahkan langkah yang harus ditempuhnya.
3. Masa Depan
Para remaja biasanya cukup bimbang dengan masa depannya. Mereka tak memahami akan jadi seperti apa masa depan mereka dan bahkan beberapa remaja tidak yakin bagaimana untuk mempersiapkannya.
Tip: Bimbingan sangatlah diperlukan saat usia labil. Tekanan yang dirasakan para remaja mungkin akan berkurang jika ia memiliki seseorang yang sukses sehingga dapat memotivasinya di bidang yang ia minati. Bila anak Anda belum bisa menentukan pilihan, carilah orang yang dapat menuntunnya, seperti bibi, paman, saudara sepupu, dan tentunya Anda sebagai orangtua.
4. Keuangan
Kriris ekonomi yang melanda telah membangkitkan kesadaran remaja terhadap kondisi keuangan keluarga mereka, yang tentunya berkenaan dengan masa depannya. Banyak remaja yang berusaha mencari pekerjaan sambilan untuk dapat menghidupi diri mereka sendiri. Selain itu, dengan berkembangnya film-film materialistis (seperti Gossip Girl), remaja putri takut tak bisa mengimbangi pola hidup seperti teman-temannya.
Tip: Mulailah ajari anak Anda bagaimana mengelola uang dengan baik. Hal ini akan mengurangi beban pikirannya. Lalu, untuk pembelanjaan, pastikan ia tak akan lepas kontrol. Jika memberi kartu kredit, pilih yang berlimit, sehingga tak akan terjadi overspending.
5. Percintaan
Banyak cara yang dilakukan remaja untuk mengekspresikan kegelisahan cinta yang dialaminya. Beberapa penasaran bagaimana rasanya dan apakah mereka akan merasakannya. Sebagian remaja akan mempertanyakan cinta orangtua mereka ketika mereka dihukum. Sedangkan yang lain akan menuntut lebih banyak cinta.
Tip: Orangtua selalu berpikir bahwa anak mereka tahu seberapa besar mereka mencintainya. Namun, tidak selamanya hal tersebut benar. Orangtua bukan hanya harus mengatakan ia menyayangi anaknya, tetapi juga harus menjelaskan apakah arti cinta atau sayang tersebut. Beritahu juga bahwa menyayangi pacar tidak selalu melibatkan kontak fisik. Pengetahuan tersebut akan membantu mereka merasa aman dan merasa diperhatikan.
sumber : kapanlagi.com
















