Samsung S1 Mini 1.8in external hard drive
Samsung’s S1 Mini: not much larger than this picture
The top of the S1 is all ultra-glossy black and smooth, but with a dotted texture under a clear plastic cover so it’s not your average piano-black peripheral, despite Samsung quoting “piano black” as one of the drive’s three colour choices. The activity light is a needle thin slash of bright blue LED, up at the top of the face.
The back of the drive is matte black plastic with a contoured “leather-look” texture that looks like it was taken off a 1980s car dashboard but makes for an interesting contrast with the shiny upper half.
Textured design
Still, we think the S1 looks rather snazzy, but what really matters is the size: the S1’s about the size of a packet of smokes – 87 x 62 x 15.5mm, according to Reg Hardware‘s handy ruler – making it eminently pocketable and portable.
Within the shiny casing sits a 1.8in hard drive of 120GB unformatted capacity. It connects up to a host computer by USB 2.0, which provides power as well as the data link. Samsung bundles two cables with the S1, both with a regular USB connector at one end and a mini USB jack at the other. One is 50cm long, but the other has a mere 4cm of cord between the plugs, ideal for a laptop link.
Much smaller than a WD MyBook
Samsung has pre-formatted the S1 Mini using the FAT32 file-system for cross-platform compatibility, but you’re clearly free to reformat the drive to NTFS, HFS+ or EXT3, depending on the operating system you favour.
Elevo Cocoon Mantis A10116, Sertakan Dongle Bluetooth

Nama produk ini mengingatkan kita pada sebuah merek yang telah populer. Sebenarnya netbook yang satu ini merupakan produk lokal yang didesain di Singapura dan mulai diperkenalkan saat pameran Mega Bazaar lalu. Karena merupakan barang yang benar-benar baru, baik dari sisi produk maupun merek, Elevo seri Cocoon Mantis membutuhkan sesuatu yang bisa membuat konsumen terpikat. Faktor desain pun diperkuat agar Mantis tampil beda di antara para kompetitornya. Sebagus apakah itu?
Menilik fisiknya, netbook Mantis tampil sedikit berbeda dengan sudut sisi depan yang melancip sehingga memudahkan pengguna saat membuka cover-nya. Cover-nya yang didesain hitam metalik memang cukup menarik.
Daya tariknya ditambah lagi dengan logo produk yang terpampang pada bodinya menggunakan sistem ILM (in-line moulding), bukan menggunakan sistem sablon seperti netbook OEM umumnya. Engsel pembuka cover sendiri juga terlihat kuat agar strukturnya bisa dibuka-tutup berkali-kali.
Sebagai netbook berprosesor Intel Atom dan berlayar 10,1”, mungkin spesifikasi Mantis ini tidak banyak berbeda dengan netbook lainnya. Karena itulah, vendor menambahkan beberapa fitur agar Mantis terlihat lebih lengkap. Salah satunya dengan menghadirkan pilihan besaran RAM pada kartu grafis (VGA share – 64/128/224MB) sesuai kebutuhan.
Fungsi Bluetooth juga dimunculkan meski dalam bentuk dongle mini (USB) tambahan. Kedua fasilitas ini agaknya membuat Mantis tampil lebih atraktif. Bahkan, pilihan dengan modem 3G pun sudah disiapkan.
Pengguna yang terbiasa memakai notebook, boleh jadi akan menyukai segi ergonomis Mantis. Tombol keyboard besar yang dipadu dengan touchpad lebar memang nyaman untuk jari tangan meskipun tombol keyboard-nya tergolong keras. Selain harga jual, faktor kenyamanan jelas menjadi pertimbangan kuat konsumen memilih netbook yang rata-rata memiliki spesifikasi yang serupa.
Mantis sendiri dilengkapi memori 1GB, harddisk 160 GB, serta ditenagai sistem operasi Linux. Produk ini bisa dimiliki pengguna dengan harga sekitar Rp4,9 juta. Harga ini menurut kami belum kompetitif dibandingkan pesaing lokal lainnya.
Untuk mereka yang baru pertama kali memakai netbook, mungkin akan sulit membedakan tingkat kenyamanan netbook satu dan lainnya. Namun Mantis memiliki kelebihan dengan papan ketik yang besar. Sebagai bentuk layanan kepada konsumennya, Elevo menyediakan layanan QRU (Quick Response Unit) yang memungkinkan setiap pembeli Elevo menyampaikan masalah yang mereka hadapi dan mendapatkan tanggapan cepat dari pihak distributor. Kepedulian pada konsumen seperti ini setidaknya merupakan nilai tambah terhadap merek yang baru lahir.
Sumber: InfoKomputer
PLUS: Desain menarik; keyboard besar; bobot ringan; pilihan memori VGA; Bluetooth eksternal.
MINUS: Daya tahan baterai; tuts kurang nyaman.
SKOR PENILAIAN
(maksimal 5)
Kinerja : 4
Fasilitas : 4
Penggunaan : 4
Harga : 3,8
SKOR TOTAL : 4
Hasil Pengujian
Kinerja rata-rata netbook dengan prosesor Intel Atom N270 memang masih serupa, tidak ada perbedaan signifikan yang kami temui jika membandingkan Joybook Lite U101 dengan Cocoon Mantis A10116 yang memiliki spesifikasi serupa. Olah grafis chip 945/950 memang masih mengenaskan, namun pada netbook hal ini memang masih dimaklumi. Satu kekurangan penting muncul pada daya tahan baterai Mantis yang hanya 2200mAh, tergolong cukup singkat untuk memenuhi komputasi mobile
|
Pengujian
|
BenQ Joybook Lite U101 | Elevo Cocoon Mantis A10116 |
|
Cinebench R10
|
17 menit 56 detik
|
18 menit 30 menit
|
|
Encoding video
|
57 menit 24 detik
|
57 menit 5 detik
|
|
Encoding audio
|
15 menit 55 detik
|
15 menit 47 detik
|
|
3DMark 2006
|
–
|
–
|
|
Daya tahan baterai
|
||
|
Memutar HD Video
|
1 jam 51 menit 58 detik
|
1 jam 46 menit 26 detik
|
|
Battery Eater
|
1 jam 50 menit 30 detik
|
1 jam 34 menit 47 detik
|
* Elevo Technologies Indonesia, (021) 623-11235
Hati-Hati Transaksi ATM di Tempat Ramai

JAKARTA – Pihak perbankan mengimbau kepada nasabah agar berhati-hati saat bertransaksi menggunakan kartu ATM di tempat ramai. Pasalnya, lokasi tersebut merupakan tempat rawan kebobolan dana nasabah seperti yang marak akhir-akhir ini.
“Kami sempat menditeksi alat untuk menggandakan data nasabah di kartu ATM atau alat skimming dan kamera yang digunakan untuk mengintip PIN nasabah yang dipasang di ATM BCA. Kebanyakan alat tersebut dipasang di tempat keramaian seperti pusat perbelanjaan, penginapan hingga bandara,” ungkap Wakil Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, selepas Press Conference di Press Room Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2010).
Pihaknya mengungkapkan bahwa tindakan yang dilakukan di 13 lokasi tersebut merupakan tindakan murni kejahatan. Dan bukan karena kelalaian nasabah.
Jahja menjelaskan alat ini dipasang di sejumlah ATM yang ramai dikunjungi orang. Lokasinya yakni Bali Deli Nusa Dua, Hard Rock, Agung Cottage, Goza Swalayan, Bintan Swalayan, Pesona Minimarket, Graha Santi, Puri Naga, Glori Restoran, Bali Padma Hotel, Minimarket Kuta, Oky Kuta, serta Bandara Ngurah Rai.
Modus kejahatannya, pelaku memasang alat ini pagi hari sekira pukul 08.00 WIB atau pukul 09.00 WIB. Selang dua jam kemudian, pelaku mengambil alat skimming dan kamera untuk mengintip PIN tersebut.
“Modus pelaku itu memasang alatnya hanya hit and run. Makanya tidak ketahuan,” katanya.
Seluruh modus ini terlihat dari CCTV yang dipasang perseroan di ATM. Saat terjadi masalah, Jahja mengatakan, pihaknya langsung memutar CCTV ini.
Menurutnya, pelaku kejahatan merupakan sindikat internasional. Bahkan, kejadian tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia. Kasus ini terjadi di mana-mana. Interpol Jerman juga sempat datang dan sharing dengan BCA.
Untuk masalah pembobolan tersebut, dana nasabah hilang sekira Rp5 miliar dari 200 rekening nasabah. Namun pihaknya mengaku sudah menyelesaikan dan mengembalikan dana nasabah sebesar 90 persen.
Sementara sisanya merupakan nasabah nakal yang mengaku kehilangan uang. Padahal uang tersebut ditarik oleh pihak nasabah sendiri. “Untuk nasabah nakal itu ada sekira 30 orang yang mengaku kehilangan,” jelasnya.
Jahja juga mengaku kebobolan dana nasabah sebesar Rp5 miliar tersebut, ada 90 persen dana ditarik dari Australia dan sebesar 10 persen dari Toronto. Sehingga pihak BCA melakukan pemblokiran seluruh transaksi perbankan menuju dan dari Toronto dan Australia.
“Ada penarikan dana sekira Rp4,5 miliar ditarik di Australia. Jadi untuk saat ini transaksi ke Australia juga diblokir. Jadi maaf kalau mahasiswa Australia yang mau bayar kuliah tidak bisa untuk sementara. Sedangkan sekira Rp500 juta ditarik dari Toronto yang menggunakan ATM Link Cirrus. Karena Link Cirrus bisa menarik dana dari seluruh dunia,” tuturnya.
Untuk mencegah kebobolan terulang kembali, pihaknya terus meningkatkan kapasitas IT. Tahun ini pihaknya menganggarkan upgrade IT sebesar USD50 juta per tahun. Dana tersebut dialokasikan untuk upgrade jaringan IT, hardware, software dan sekaligus penambahan 50 kantor cabang di Indonesia.
Direktur Compliance & Human Capital Bank Mandiri Bambang Setiawan menjelaskan pihaknya sudah mewaspadai sentra ATM di tempat ramai. Pihaknya mengaku telah memberikan keamanan secara fisik dan logis.
Untuk pengamanan fisik, Bank Mandiri telah mengerahkan tim patroli berkala ke ATM, memasang kamera pengintai (spy camera) dan penjagaan oleh satpam. Sementara untuk pengamanan logis, pihaknya menyiapkan penutup PIN (PIN Covered), antifraud system, pembatasan penarikan dana nasabah via ATM, alat antiskimmer hingga notification sms banking.
“Tapi kami juga mengimbau kepada nasabah agar melihat kondisi di dalam ruangan ATM. Jangan sampai ada benda tambahan seperti kamera atau benda-benda asing lainnya. Selain itu hindari orang-orang yang meminta sesuatu di saat kita keluar dari ruangan mesin ATM,” ungkapnya.
Pihaknya juga menyarankan ke nasabah agar melihat nomor call center yang ditempatkan di atas mesin ATM. Abaikan pula jika pihak call center meminta nomor PIN karena pihak call center dilarang meminta PIN nasabah. Jika ada yang meminta, kata Bambang, berarti itu pembobol.














