Produksi Opium Afghanistan Merosot
NEW YORK – Produksi opium Afghanistan merosot 10 persen tahun lalu dan tingkat harga mencapai level terendahnya dalam satu dekade. Temuan penting dalam Survei Opium Afghanistan 2009 itu merupakan hasil pengolahan di Provinsi Helmand. Wilayah itu merupakan benteng para pejuang Taliban yang menjadi sasaran operasi besar-besaran pasukan Inggris dan Amerika Serikat musim panas ini. Berdasarkan survei tersebut, penurunan produksi pada 2008 tercatat sepertiga dibandingkan tahun sebelumnya. Helmand memproduksi hampir 70 persen opium Afghanistan. “Di saat-saat munculnya pesimisme mengenai situasi di Afghanistan, hasil tersebut merupakan kepingan dari berita baik dan menunjukkan bahwa kemajuan masih memungkinkan,” kata Antonio Maria Costa, direktur eksekutif lembaga PBB urusan obat-obatan dan kejahatan, seperti dilansir The Independent, Selasa (2/9/2009). Afghanistan merupakan pemasok 90% persediaan opium dunia. Opium adalah bahan mentah yang dipakai untuk membuat heroin. Hasil panen bernilai miliaran dolar kabarnya turut membantu pendanaan para pejuang Taliban dan kelompok-kelompok kejahatan, menyuburkan korupsi pemerintahan, dan memperlemah pemerintah pusat. PBB mengatakan, “perkawinan” antara para pemberontak dan kelompok kriminal telah menyuburkan kartel narkotika di Afghanistan. Terkait itu, AS dan pasukan NATO mulai aktif menyasar gudang-gudang narkotika untuk pertama kalinya tahun ini. PBB melaporkan bahwa pada paruh pertama 2009, sejumlah operasi militer telah menghancurkan 50 ton opium, 7 ton morfin, 1,5 ton heroin, dan 27 laboratorium tempat memproses opium menjadi heroin. Pejabat Inggris, yang memimpin kerja menangkal produksi narkotika di Afghanistan, memperkirakan Taliban mendanai operasi mereka dengan bantuan pendanaan dari keuntungan penjualan opium yang berkisar antara USD100 juta sampai USD400 juta.(jri)
No comments yet.















Leave a comment