Info Berita Rekan

OcehanBocahDiTengahRimbaNyaDunia

Ketipu via Facebook, Uang Rp41 juta Raib

bj

LONDON – Popularitas Facebook yang kian meningkat dimanfaatkan oleh segelintir orang untuk mengambil kesempatan, tak terkecuali oleh para pelaku kejahatan.

Baru-baru ini akun Facebook seorang wanita di Missourri dipakai seorang penipu untuk mengeruk sekira 2.500 poundsterling atau sekira Rp41 juta dari teman-teman wanita itu.

Grace Parry, wanita asal Missouri itu pertama kali menyatakan sulit untuk mengakses akun Facebook. Usut punya usut, ternyata akun Facebooknya telah digunakan oleh Hacker. Masalah muncul ketika sang hacker mengaku-ngaku sebagai Grace dan mengirimkan sejumlah pesan kepada rekan-rekan Grace di Facebook.

Pesan tersebut menyatakan, bahwa Grace dan suaminya sedang terganjal urusan imigrasi dengan pihak Inggris dan membutuhkan uang sebesar Rp41 juta untuk keluar dari London. Padahal Grace sendiri berada di Missouri, Amerika Serikat.

Mengetahui hal itu, Grace yang tidak dapat mengakses akun Facebooknya segera bertindak cepat untuk mengingatkan teman-temannya di Facebook. Ia meminjam akun suaminya dan menyebarkan pesan kepada teman-temannya agar mengabaikan pesan yang berasal dari akun Facebooknya. Demikian yang dilansir Yahoonews, Kamis (3/9/2009).

Tapi seorang teman Grace ‘termakan’ oleh pesan tersebut dan merelakan uangnya digondol penipu. Ia mengirimkan uang pada ‘Grace Palsu’ tanggal 26 Agustus lalu.

Menurut Jason Selzer, polisi yang menangani kasus ini, penipuan via Facebook ini sedang diselidiki kepolisian. Ia juga mengingatkan agar setiap pengguna Facebook rutin mengganti Password untuk mengantisipasi terulangnya kasus serupa. (stf)

3 September 2009 Posted by | Cuap-Cuap, Komputer, Lintas Informasi, Trik & Tips | , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

“Gadis Toilet” Jadi Sensasi di Facebook

LONDON – Terjebak dalam lubang toilet tentu sangat memalukan bagi yang mengalaminya. Apalagi berita ini kemudian tersebar luas ke publik. Namun akibat peristiwa tersebut, seorang gadis remaja kini dielu-elukan bak bintang dan masuk dalam daftar Facebook Group.

Untungnya, peristiwa memalukan yang langsung tersebar ke publik itu justru malah mengundang simpati banyak orang. Bahkan tidak lama setelah peristiwa itu, muncul akun Facebook Group dengan nama “Poo Girl Leeds Fest 2009 Appreciation Society” yang didedikasikan untuk gadis itu.

Seperti dikutip dari Sky News, Kamis (3/9/2009), hingga saat ini terdapat 13.000 lebih anggota yang bergabung dalam Facebook Group tersebut. Bahkan dukungan terhadap Charlotte, demikian nama gadis tersebut, tak hanya ditunjukkan melalui Facebook Group saja.

Beberapa pengrajin kemudian membuat souvenir terkait peristiwa ini untuk memberi dukungan dan rasa hormat bagi Charlotte.

Bagi Charlotte, “insiden toilet” ini sangat membuatnya malu dan shock. Oleh karena itu, dukungan yang diberikan Facebooker melalui grup tersebut sangat berarti baginya.

Pada ajang Leeds Festival yang diadakan beberapa waktu silam, Charlotte tidak sengaja menjatuhkan handbag miliknya ke dalam toilet. Gadis berusia 19 tahun ini pun berusaha meraih handbag tersebut.

“Saya rasa semua orang mungkin akan pasrah membiarkan tas itu akhirnya ditelan oleh lubang toilet. Namun Charlotte berusaha mengambilnya karena semua uang, tiket konser dan ponselnya ada di dalam tas tersebut,” kata sepupu korban bernama Katie menerangkan duduk perkaranya.

Malangnya pada saat berusaha meraih tas, Charlotte tidak bisa mendapatkannya hanya dengan satu tangan. Maka dia pun memasukkan tangannya yang lain agar bisa mengeluarkan tasnya dari dalam toilet. Alhasil, bagian pundaknya pun ikut terjebak dalam lubang toilet tersebut.

Charlotte pun harus menahan rasa sakit akibat terjebak di lubang toilet yang sempit selama 20 menit sampai tim penyelamat tiba untuk membebaskannya. (rah)

3 September 2009 Posted by | All About Love, Cuap-Cuap, Humor, Komputer, Lintas Informasi | , , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment

Mencium Bau Rumput Bisa Hilangkan Stres

BRISBANE – Rumput segar yang baru dipotong melepaskan senyawa kimia yang bila terhirup akan membuat rileks dan gembira. Itulah sebabnya, mencium aroma rumput dan tumbuhan ketika sedang berjalan di taman atau pegunungan akan membuat kita merasa nyaman.

Hal ini diungkapkan oleh para peneliti dari University of Queensland, Brisbane, Australia. Senyawa kimia yang terkandung dalam aroma rumput selain bisa meredakan ketegangan juga berfungsi mencegah penurunan kemampuan mental pada saat usia lanjut.

Ilmuwan mengklaim bahwa aroma yang dilepaskan rumput bekerja langsung pada otak. Terutama mempengaruhi bagian otak bernama amygdala dan hippocampus yang berhubungan dengan emosi dan daya ingat.

“Kedua area ini bertanggung jawab dalam respons pertahanan dan sistem endokrin, yang mengontrol pelepasan hormon stres seperti corticosteroid,” kata Dr Nick Lavidis, seperti dikutip dari Science Alert, Kamis (3/9/2009).

Oleh karenanya, penelitian yang memakan waktu hingga tujuh tahun ini kemudian menciptakan parfum dengan aroma rumput yang baru dipangkas untuk membantu melepaskan stres dan meningkatkan daya ingat.

Lavidis kemudian menjelaskan bahwa stres terbagi dalam dua kategori. Pertama, stres ketika seseorang akan melakukan sesuatu atau saat seseorang harus berusaha sebaik mungkin demi mendapatkan hasil terbaik. Namun menurut Lavidis, stres ini disebut sebagai bentuk stres yang baik.

Sementara stres kategori kedua merupakan stres parah yang bisa memicu tingginya tekanan darah, sifat pelupa, dan melemahkan sistem kekebalan tubuh.

“Stres jenis ini bisa merusak hippocampus dengan mengurangi hubungan antara sel-sel yang berkomunikasi sehingga berdampak pada hilangnya ingatan,” kata Lavidis.

Untuk itu, Lavidis menyarankan agar orang yang terkena stres ini menghirup senyawa kimia yang dilepaskan oleh rumput segar atau pepohonan yang rindang. (rah)

3 September 2009 Posted by | Cuap-Cuap, Lintas Informasi, Trik & Tips | , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Umur 12 Tahun Dipenjara Sebagai Teroris

Image(066)KABUL – Tentara Amerika Serikat tak pandang bulu dalam menangkap dan memenjarakan para tersangka pelaku teror. Anak-anak yang belum cukup umur pun menjadi korban. Itulah yang dialami Mohammed Jawad, pemuda Afghanistan yang diciduk ketika masih berusia 12 tahun.

Duduk bersila di atas bantal di lantai rumah keluarga temannya, Jawad mengernyitkan keningnya dan dengan perasaan gelisah berupaya menceritakan cobaan berat yang dialaminya tujuh tahun lalu.

Pada Desember 2002, ketika dia masih berusia 12 tahun, dia ditahan dengan tuduhan melempar sebuah granat ke mobil Jeep yang membawa pasukan khusus Amerika Serikat melewati Kabul, melukai dua di antara mereka dan seorang penerjemah.

Pertama kali dia dibawa ke pangkalan udara di utara Kabul, lalu ke penjara AS di Teluk Guantanamo, Kuba, hingga pembebasannya beberapa hari lalu, setelah hakim menyatakan pengakuan dia dibuat atas dasar paksaan.

Sebagai salah satu tahanan termuda dan paling kontroversial di Guantanamo, Jawad kini menjadi manusia bebas setelah diterbangkan pulang ke Kabul Senin lalu dan berkumpul kembali dengan keluarga dan teman-temannya.

Namun setelah tujuh tahun di tahanan, enam tahun di antaranya di Guantanamo, dia menghadapi perjuangan panjang untuk membayar tahun kanak-kanak dan remajanya yang hilang. Dia kini harus membangun masa depan untuk dirinya sendiri, di negeri yang masih dikecamuk oleh perang.

“Ini adalah salah satu momentum paling membahagiakan dalam hidup saya, kembali ke Afghanistan setelah seluruh waktu ini,” kata dia kepada The Times, yang dilansir Kamis (27/8/2009).

“Saya tidak melakukan apapun. Mereka mengambil saya untuk perbuatan yang tidak saya lakukan. Yang dapat saya lakukan adalah berharap suatu hari saya akan bebas dan pulang ke Afghanistan dengan ibu saya.”

Ketika bertemu pertama kali, awalnya sang ibu menolak memperacayai Jawad adalah anaknya. Sebab dia sudah berubah banyak, dan ibunya sampai pingsan karena histeris. Barulah ketika mengecek benjolan yagn ada di belakang kepalanya, ibunya memeluk Jawab sebagai anaknya, kata Sher Khan Jalalkhil, kawan dekat ayah Jawad.

Jawad bukanlah tahanan Afghanistan pertama yang dibebaskan dari penjara Guantanamo. Namun dia diyakini sebagai yang termuda, meskipun Pentagon mengatakan bahwa pemindaian tulang mengindikasikan dia berumur 18 ketika dikirim ke Guantanamo pada 2003.

Bebasnya Jawad dirayakan para aktivis hak asasi manusia. Presiden Hamid Karzai bahkan menawarkan dia sebuah rumah di Kabul ketika bertemu dengannya pada Senin malam. Menteri Pertahanan Abdul Rakhim Wardak menawarkan dia biaya untuk sekolah di luar negeri.

Ketika Jawad ditahan, dia tinggal dengan ibunya di Kabul. Sementara ayanya telah tewas dalam pertempuran melawan Soviet pada 1980an.

“Kami mencarinya selama sembilan bulan,” kata Jalalkhil. “Kami tidak tahu jika dia telah tewas, atau diculik, atau hilang. Ibunya sampai gila.” Akhirnya, seorang anggota Komite Internasional Palang Merah mengunjungi rumahnya untuk menunjukkan dokumen yang membuktikan Jawad berada di Guantanamo.

Setelah pulang, Jawad mengatakan para penahannya kerap menyiksa para tahanan, mengambil jatah makanan dan tidur, serta menghina Islam dan Alquran.

Eric Montalzo, kuasa hukumnya, mengatakan bahwa Jawad diperlakukan seperti orang dewasa meskipun usianya masih muda. “Dia ditahan selama tujuh tahun. Jadi ini sangat sulit bagi dia,” kata Montalzo. “Dia adalah manusia yang rapuh dan kita harus melindungi dia dan kepentingannya.”

Navi Pillay dari Komisi Tinggi PBB untuk HAM mengatakan, harusnya ada kompensasi bagi tahanan seperti Jawad.

Sejumlah aktivis menerima pernyataan Pentagon bahwa Jawad berumur 16 atau 17 ketika ditahan. Mereka juga mengatakan butuh bertahun-tahun bagi dia untuk pulih dari trauma karena penahanan.

Meski begitu, Jawad berencana meneruskan studinya. Pertama di Afghanistan, kemudian mungkin di luar negeri dan berlatih untuk menjadi seorang dokter.(jri)

3 September 2009 Posted by | Cuap-Cuap, Lintas Informasi | , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Produksi Opium Afghanistan Merosot

fdmnaz7rnnNEW YORK – Produksi opium Afghanistan merosot 10 persen tahun lalu dan tingkat harga mencapai level terendahnya dalam satu dekade. Temuan penting dalam Survei Opium Afghanistan 2009 itu merupakan hasil pengolahan di Provinsi Helmand. Wilayah itu merupakan benteng para pejuang Taliban yang menjadi sasaran operasi besar-besaran pasukan Inggris dan Amerika Serikat musim panas ini. Berdasarkan survei tersebut, penurunan produksi pada 2008 tercatat sepertiga dibandingkan tahun sebelumnya. Helmand memproduksi hampir 70 persen opium Afghanistan. “Di saat-saat munculnya pesimisme mengenai situasi di Afghanistan, hasil tersebut merupakan kepingan dari berita baik dan menunjukkan bahwa kemajuan masih memungkinkan,” kata Antonio Maria Costa, direktur eksekutif lembaga PBB urusan obat-obatan dan kejahatan, seperti dilansir The Independent, Selasa (2/9/2009). Afghanistan merupakan pemasok 90% persediaan opium dunia. Opium adalah bahan mentah yang dipakai untuk membuat heroin. Hasil panen bernilai miliaran dolar kabarnya turut membantu pendanaan para pejuang Taliban dan kelompok-kelompok kejahatan, menyuburkan korupsi pemerintahan, dan memperlemah pemerintah pusat. PBB mengatakan, “perkawinan” antara para pemberontak dan kelompok kriminal telah menyuburkan kartel narkotika di Afghanistan. Terkait itu, AS dan pasukan NATO mulai aktif menyasar gudang-gudang narkotika untuk pertama kalinya tahun ini. PBB melaporkan bahwa pada paruh pertama 2009, sejumlah operasi militer telah menghancurkan 50 ton opium, 7 ton morfin, 1,5 ton heroin, dan 27 laboratorium tempat memproses opium menjadi heroin. Pejabat Inggris, yang memimpin kerja menangkal produksi narkotika di Afghanistan, memperkirakan Taliban mendanai operasi mereka dengan bantuan pendanaan dari keuntungan penjualan opium yang berkisar antara USD100 juta sampai USD400 juta.(jri)

3 September 2009 Posted by | Cuap-Cuap, Lintas Informasi | , , , , , , , , , , , , | Leave a comment